<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244</id><updated>2011-09-26T12:29:29.004-07:00</updated><category term='*****'/><category term='story of jabar'/><category term='STORY OF JAWA BARAT'/><title type='text'>de''future</title><subtitle type='html'>whereever you are...i'll be there,,i'll be here,,and i'll be rigt there,,4 betterlife,,4 better world,,4 better hope,,4 better smile,,and 4 beautifull world,,,</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-1258621196692980238</id><published>2010-12-27T05:49:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T05:49:02.870-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STORY OF JAWA BARAT'/><title type='text'>STORY OF JAWA BARAT PART II</title><content type='html'>&lt;div class="smallfont" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 11px/normal verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Jawa Barat 2 : Sunda dan Galuh -&amp;nbsp;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Unanswered&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr size="1" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; color: #d1e1d5; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;div id="post_message_7733" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh adalah dua kerajaan yang merupakan pecahan dari Kerajaan Tarumanagara. Dalam catatan perjalanan Tome Pires (1513), disebutkan bahwa dayo (dayeuh) Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan dari Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Keterangan mengenai keberadaan kedua kerajaan ini juga terdapat pada beberapa prasasti. Prasasti di Bogor banyak bercerita tentang Kerajaan Sunda sebagai pecahan Tarumanagara, sedangkan prasasti di daerah Sukabumi bercerita tentang keadaan Kerajaan Sunda sampai dengan masa Sri Jayabupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berdirinya kerajaan Sunda dan Galuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembagian Tarumanagara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, ia ingin mengembalikan keharuman jaman Purnawarman yang berkedudukan di purasaba (ibukota) Sundapura. Dalam tahun 670 M, ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun, pendiri Kerajaan Galuh, untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Putera Mahkota Galuh berjodoh dengan Parwati puteri Maharani Shima dari Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lokasi ibukota Sunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maharaja Tarusbawa kemudian mendirikan ibukota kerajaan yang baru, seperti yang sudah diungkapkan dibagian sebelumnya, di daerah pedalaman dekat hulu Sungai Cipakancilan. Dalam Carita Parahiyangan, tokoh Tarusbawa ini hanya disebut dengan gelarnya: Tohaan di Sunda (Raja Sunda). Ia menjadi cakal-bakal raja-raja Sunda dan memerintah sampai tahun 723 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunda sebagai nama kerajaan tercatat dalam dua buah prasasti batu yang ditemukan di Bogor dan Sukabumi. Kehadiran Prasasti Jayabupati di daerah Cibadak sempat membangkitkan dugaan bahwa Ibukota Kerajaan Sunda terletak di daerah itu. Namun dugaan itu tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah lainnya. Isi prasasti hanya menyebutkan larangan menangkap ikan pada bagian Sungai Cicatih yang termasuk kawasan Kabuyutan Sanghiyang Tapak. Sama halnya dengan kehadiran batu bertulis Purnawarman di Pasir Muara dan Pasir Koleangkak yang tidak menunjukkan letak ibukota Tarumanagara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterlibatan Kalingga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena putera mahkota wafat mendahului Tarusbawa, maka anak wanita dari putera mahkota (bernama Tejakancana) diangkat sebagai anak dan ahli waris kerajaan. Suami puteri inilah yang dalam tahun 723 menggantikan Tarusbawa menjadi Raja Sunda II. Cicit Wretikandayun ini bernama Rakeyan Jamri. Sebagai penguasa Kerajaan Sunda ia dikenal dengan nama Prabu Harisdarma dan kemudian setelah menguasai Kerajaan Galuh ia lebih dikenal dengan Sanjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ahli waris Kalingga ia kemudian menjadi penguasa Kalingga Utara yang disebut Bumi Mataram (Mataram Kuno) dalam tahun 732 M. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada puteranya dari Tejakencana, Tamperan atau Rakeyan Panaraban. Ia adalah kakak seayah Rakai Panangkaran, putera Sanjaya dari Sudiwara puteri Dewasinga Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prasasti Jayabupati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isi prasasti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Telah diungkapkan di awal bahwa nama Sunda sebagai kerajaan tersurat pula dalam prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi. Prasasti ini terdiri atas 40 baris sehingga memerlukan empat (4) buah batu untuk menuliskannya. Keempat batu bertulis itu ditemukan pada aliran Sungai Cicatih di daerah Cibadak. Tiga ditemukan di dekat Kampung Bantar Muncang, sebuah ditemukan di dekat Kampung Pangcalikan. Keunikan prasasti ini adalah disusun dalam huruf dan bahasa Jawa Kuno. Keempat prasasti itu sekarang disimpan di Museum Pusat dengan nomor kode D 73 (dari Cicatih), D 96, D 97 dan D 98. Isi ketiga batu pertama (menurut Pleyte):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;D 73 : //O// Swasti shakawarsatita 952 karttikamasa tithi dwadashi shuklapa-ksa. ha. ka. ra. wara tambir. iri- ka diwasha nira prahajyan sunda ma-haraja shri jayabhupati jayamana- hen wisnumurtti samarawijaya shaka-labhuwanamandaleswaranindita harogowardhana wikra-mottunggadewa, ma-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D 96 : gaway tepek i purwa sanghyang tapak ginaway denira shri jayabhupati prahajyan sunda. mwang tan hanani baryya baryya shila. irikang lwah tan pangalapa ikan sesini lwah. Makahingan sanghyang tapak wates kapujan i hulu, i sor makahingan ia sanghyang tapak wates kapujan i wungkalagong kalih matangyan pinagawayaken pra-sasti pagepageh. mangmang sapatha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D 97 : sumpah denira prahajyan sunda. lwirnya nihan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan isi prasasti, adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat. Dalam tahun Saka 952 bulan Kartika tanggal 12 bagian terang, hari Hariang, Kaliwon, Ahad, Wuku Tambir. Inilah saat Raja Sunda Maharaja Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuwanamandaleswaranindita Haro Gowardhana Wikramottunggadewa, membuat tanda di sebelah timur Sanghiyang Tapak. Dibuat oleh Sri Jayabupati Raja Sunda. Dan jangan ada yang melanggar ketentuan ini. Di sungai ini jangan (ada yang) menangkap ikan di sebelah sini sungai dalam batas daerah pemujaan Sanghyang Tapak sebelah hulu. Di sebelah hilir dalam batas daerah pemujaan Sanghyang Tapak pada dua batang pohon besar. Maka dibuatlah prasasti (maklumat) yang dikukuhkan dengan Sumpah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah yang diucapkan oleh Raja Sunda lengkapnya tertera pada prasasti keempat (D 98). Terdiri dari 20 baris, intinya menyeru semua kekuatan gaib di dunia dan disurga agar ikut melindungi keputusan raja. Siapapun yang menyalahi ketentuan tersebut diserahkan penghukumannya kepada semua kekuatan itu agar dibinasakan dengan menghisap otaknya, menghirup darahnya, memberantakkan ususnya dan membelah dadanya. Sumpah itu ditutup dengan kalimat seruan, "&lt;i&gt;I wruhhanta kamung hyang kabeh&lt;/i&gt;" (Ketahuilah olehmu parahiyang semuanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanggal prasasti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanggal pembuatan Prasasti Jayabupati bertepatan dengan 11 Oktober 1030. Menurut Pustaka Nusantara, Parwa III sarga 1, Sri Jayabupati memerintah selama 12 tahun (952 - 964) saka (1030 -1042 M). Isi prasasti itu dalam segala hal menunjukkan corak Jawa Timur. Tidak hanya huruf, bahasa dan gaya, melainkan juga gelar raja yang mirip dengan gelar raja di lingkungan Keraton Darmawangsa. Tokoh Sri Jayabupati dalam Carita Parahiyangan disebut dengan nama Prabu Detya Maharaja. Ia adalah raja Sunda ke-20 setalah Maharaja Tarusbawa.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab perpecahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Telah diungkapkan sebelumnya, bahwa Kerajaan Sunda adalah pecahan Tarumanagara. Peristiwa itu terjadi tahun 670 M. Hal ini sejalan dengan sumber berita Cina yang menyebutkan bahwa utusan Tarumanagara yang terakhir mengunjungi negeri itu terjadi tahun 669 M. Tarusbawa memang mengirimkan utusan yang memberitahukan penobatannya kepada Raja Cina dalam tahun 669 M. Ia sendiri dinobatkan pada tanggal 9 bagian-terang bulan Jesta tahun 591 Saka, kira-kira bertepatan dengan tanggal 18 Mei 669 M.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Sanna dan Purbasora&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tarusbawa adalah sahabat baik Bratasenawa alis Sena (709 - 716 M), Raja Galuh ketiga. Tokoh ini juga dikenal dengan Sanna, yaitu raja dalam Prasasti Canggal (732 M), sekaligus paman dari Sanjaya. Persahabatan ini pula yang mendorong Tarusbawa mengambil Sanjaya menjadi menantunya. Bratasenawa alias Sanna atau Sena digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora dalam tahun 716 M. Purbasora adalah cucu Wretikandayun dari putera sulungnya, Batara Danghyang Guru Sempakwaja, pendiri kerajaan Galunggung. Sedangkan Sena adalah cucu Wretikandayun dari putera bungsunya, Mandiminyak, raja Galuh kedua (702-709 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Purbasora dan Sena adalah saudara satu ibu karena hubungan gelap antara Mandiminyak dengan istri Sempakwaja. Tokoh Sempakwaja tidak dapat menggantikan kedudukan ayahnya menjadi Raja Galuh karena ompong. Sementara, seorang raja tak boleh memiliki cacat jasmani. Karena itulah, adiknya yang bungsu yang mewarisi tahta Galuh dari Wretikandayun. Tapi, putera Sempakwaja merasa tetap berhak atas tahta Galuh. Lagipula asal-usul Raja Sena yang kurang baik telah menambah hasrat Purbasora untuk merebut tahta Galuh dari Sena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bantuan pasukan dari mertuanya, Raja Indraprahasta, sebuah kerajaan di daerah Cirebon sekarang, Purbasora melancarkan perebutan tahta Galuh. Sena akhirnya melarikan diri ke Kalingga, ke kerajaan nenek isterinya, Maharani Shima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sanjaya dan Balangantrang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sanjaya, anak Sannaha saudara perempuan Sena, berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Untuk itu ia meminta bantuan Tarusbawa, sahabat Sena. Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum itu ia telah menyiapkan pasukan khusus di daerah Gunung Sawal atas bantuan Rabuyut Sawal, yang juga sahabat baik Sena. Pasukan khusus ini langsung dipimpin Sanjaya, sedangkan pasukan Sunda dipimpin Patih Anggada. Serangan dilakukan malam hari dengan diam-diam dan mendadak. Seluruh keluarga Purbasora gugur. Yang berhasil meloloskan diri hanyalah menantu Purbasora, yang menjadi Patih Galuh, bersama segelintir pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patih itu bernama Bimaraksa yang lebih dikenal dengan Ki Balangantrang karena ia merangkap sebagai senapati kerajaan. Balangantrang ini juga cucu Wretikandayun dari putera kedua bernama Resi Guru Jantaka atau Rahyang Kidul, yang tak bisa menggantikan Wretikandayun karena menderita "kemir" atau hernia. Balangantrang bersembunyi di kampung G�g�r Sunten dan dengan diam-diam menghimpun kekuatan anti Sanjaya. Ia mendapat dukungan dari raja-raja di daerah Kuningan dan juga sisa-sisa laskar Indraprahasta, setelah kerajaan itu juga dilumatkan oleh Sanjaya sebagai pembalasan karena dulu membantu Purbasora menjatuhkan Sena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanjaya mendapat pesan dari Sena, bahwa kecuali Purbasora, anggota keluarga Keraton Galuh lainnya harus tetap dihormati. Sanjaya sendiri tidak berhasrat menjadi penguasa Galuh. Ia melalukan penyerangan hanya untuk menghapus dendam ayahnya. Setelah berhasil mengalahkan Purbasora, ia segera menghubungi uwaknya, Sempakwaja, di Galunggung dan meminta beliau agar Demunawan, adik Purbasora, direstui menjadi penguasa Galuh. Akan tetapi Sempakwaja menolak permohonan itu karena takut kalau-kalau hal tersebut merupakan muslihat Sanjaya untuk melenyapkan Demunawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanjaya sendiri tidak bisa menghubungi Balangantrang karena ia tak mengetahui keberadaannya. Akhirnya Sanjaya terpaksa mengambil hak untuk dinobatkan sebagai Raja Galuh. Ia menyadari bahwa kehadirannya di Galuh kurang disenangi. Selain itu sebagai Raja Sunda ia sendiri harus berkedudukan di Pakuan. Untuk pimpinan pemerintahan di Galuh ia mengangkat Premana Dikusuma, cucu Purbasora. Premana Dikusuma saat itu berkedudukan sebagai raja daerah. Dalam usia 43 tahun (lahir tahun 683 M), ia telah dikenal sebagai raja resi karena ketekunannya mendalami agama dan bertapa sejak muda. Ia dijuluki Bagawat Sajalajaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Premana, Pangreyep dan Tamperan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penunjukkan Premana oleh Sanjaya cukup beralasan karena ia cucu Purbasora. Selain itu, isterinya, Naganingrum, adalah anak Ki Balangantrang. Jadi suami istri itu mewakili keturunan Sempakwaja dan Jantaka, putera pertama dan kedua Wretikandayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan Premana dan Naganingrum sendiri memiliki putera bernama Surotama alias Manarah (lahir 718 M, jadi ia baru berusia 5 tahun ketika Sanjaya menyerang Galuh). Surotama atau Manarah dikenal dalam literatur Sunda klasik sebagai Ciung Wanara. Kelak di kemudian hari, Ki Bimaraksa alias Ki Balangantrang, buyut dari ibunya, yang akan mengurai kisah sedih yang menimpa keluarga leluhurnya dan sekaligus menyiapkan Manarah untuk melakukan pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengikat kesetiaan Premana Dikusumah terhadap pemerintahan pusat di Pakuan, Sanjaya menjodohkan Raja Galuh ini dengan Dewi Pangrenyep, puteri Anggada, Patih Sunda. Selain itu Sanjaya menunjuk puteranya, Tamperan, sebagai Patih Galuh sekaligus memimpin "garnizun" Sunda di ibukota Galuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premana Dikusumah menerima kedudukan Raja Galuh karena terpaksa keadaan. Ia tidak berani menolak karena Sanjaya memiliki sifat seperti Purnawarman, baik hati terhadap raja bawahan yang setia kepadanya dan sekaligus tak mengenal ampun terhadap musuh-musuhnya. Penolakan Sempakwaja dan Demunawan masih bisa diterima oleh Sanjaya karena mereka tergolong angkatan tua yang harus dihormatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Premana serba sulit, ia sebagai Raja Galuh yang menjadi bawahan Raja Sunda yang berarti harus tunduk kepada Sanjaya yang telah membunuh kakeknya. Karena kemelut seperti itu, maka ia lebih memilih meninggalkan istana untuk bertapa di dekat perbatasan Sunda sebelah timur Citarum dan sekaligus juga meninggalkan istrinya, Pangrenyep. Urusan pemerintahan diserahkannya kepada Tamperan, Patih Galuh yang sekaligus menjadi "mata dan telinga" Sanjaya. Tamperan mewarisi watak buyutnya, Mandiminyak yang senang membuat skandal. Ia terlibat skandal dengan Pangrenyep, istri Premana, dan membuahkan kelahiran Kamarasa alias Banga (723 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal itu terjadi karena beberapa alasan, pertama Pangrenyep pengantin baru berusia 19 tahun dan kemudian ditinggal suami bertapa; kedua keduanya berusia sebaya dan telah berkenalan sejak lama di Keraton Pakuan dan sama-sama cicit Maharaja Tarusbawa; ketiga mereka sama-sama merasakan derita batin karena kehadirannya sebagai orang Sunda di Galuh kurang disenangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghapus jejak Tamperan mengupah seseorang membunuh Premana dan sekaligus diikuti pasukan lainnya sehingga pembunuh Premana pun dibunuh pula. Semua kejadian ini rupanya tercium oleh senapati tua Ki Balangantrang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tamperan sebagai raja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun 732 M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orangtuanya. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat, ia mengatur pembagian kekuasaan antara puteranya, Tamperan, dan Resi Guru Demunawan. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan, sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan, putera bungsu Sempakwaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Tamperan menjadi penguasa Sunda-Galuh melanjutkan kedudukan ayahnya dari tahun 732 - 739 M. Sementara itu Manarah alias Ciung Wanara secara diam-diam menyiapkan rencana perebutan tahta Galuh dengan bimbingan buyutnya, Ki Balangantrang, di Geger Sunten. Rupanya Tamperan lalai mengawasi anak tirinya ini yang ia perlakukan seperti anak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan rencana Balangantrang, penyerbuan ke Galuh dilakukan siang hari bertepatan dengan pesta sabung ayam. Semua pembesar kerajaan hadir, termasuk Banga. Manarah bersama anggota pasukannya hadir dalam gelanggang sebagai penyabung ayam. Balangantrang memimpin pasukan Geger Sunten menyerang keraton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudeta itu berhasil dalam waktu singkat seperti peristiwa tahun 723 ketika Manarah berhasil menguasai Galuh dalam tempo satu malam. Raja dan permaisuri Pangrenyep termasuk Banga dapat ditawan di gelanggang sabung ayam. Banga kemudian dibiarkan bebas. Pada malam harinya ia berhasil membebaskan Tamperan dan Pangrenyep dari tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi hal itu diketahui oleh pasukan pengawal yang segera memberitahukannya kepada Manarah. Terjadilah pertarungan antara Banga dan Manarah yang berakhir dengan kekalahan Banga. Sementara itu pasukan yang mengejar raja dan permaisuri melepaskan panah-panahnya di dalam kegelapan sehingga menewaskan Tamperan dan Pangrenyep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manarah dan Banga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berita kematian Tamperan didengar oleh Sanjaya yang ketika itu memerintah di Mataram (Jawa Tengah), yang kemudian dengan pasukan besar menyerang purasaba Galuh. Namun Manarah telah menduga itu sehingga ia telah menyiapkan pasukan yang juga didukung oleh sisa-sisa pasukan Indraprahasta yang ketika itu sudah berubah nama menjadi Wanagiri, dan raja-raja di daerah Kuningan yang pernah dipecundangi Sanjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang besar sesama keturunan Wretikandayun itu akhirnya bisa dilerai oleh Raja Resi Demunawan (lahir 646 M, ketika itu berusia 93 tahun). Dalam perundingan di keraton Galuh dicapai kesepakatan: Galuh diserahkan kepada Manarah dan Sunda kepada Banga. Demikianlah lewat perjanjian Galuh tahun 739 ini, Sunda dan Galuh yang selama periode 723 - 739 berada dalam satu kekuasan terpecah kembali. Dalam perjanjian itu ditetapkan pula bahwa Banga menjadi raja bawahan. Meski Banga kurang senang, tetapi ia menerima kedudukan itu. Ia sendiri merasa bahwa ia bisa tetap hidup atas kebaikan hati Manarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperteguh perjanjian, Manarah dan Banga dijodohkan dengan kedua cicit Demunawan. Manarah sebagai penguasa Galuh bergelar Prabu Jayaprakosa Mandaleswara Salakabuana memperistri Kancanawangi. Banga sebagai Raja Sunda bergelar Prabu Kretabuana Yasawiguna Aji Mulya dan berjodoh dengan Kancanasari, adik Kancanawangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keturunan Sunda dan Galuh selanjutnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Naskah tua dari kabuyutan Ciburuy, Bayongbong, Garut, yang ditulis pada abad ke-13 atau ke-14 memberitakan bahwa Rakeyan Banga pernah membangun parit Pakuan. Hal ini dilakukannya sebagai persiapan untuk mengukuhkan diri sebagai raja yang merdeka. Ia harus berjuang 20 tahun sebelum berhasil menjadi penguasa yang diakui di sebelah barat Citarum dan lepas dari kedudukan sebagi raja bawahan Galuh. Ia memerintah 27 tahun lamanya (739 - 766).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manarah di Galuh memerintah sampai tahun 783. Ia dikaruniai umur panjang. Dalam tahun tersebut ia melakukan manurajasuniya, mengundurkan diri dari tahta kerajaan untuk melakukan tapa sampai akhir hayat, dan baru wafat tahun 798 dalam usia 80 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam naskah-naskah babad, posisi Manarah dan Banga ini dikacaukan. Tidak saja dalam hal usia, di mana Banga dianggap lebih tua. Tapi, juga dalam penempatan mereka sebagai raja. Dalam naskah-naskah tua, silsilah raja-raja Pakuan selalu dimulai dengan tokoh Banga. Kekacauan silsilah dan penempatan posisi itu mulai tampak dalam naskah Carita Waruga Guru yang ditulis pada pertengahan abad 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeliruan paling menyolok dalam babad ialah kisah Banga yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Majapahit. Padahal, Majapahit baru didirikan Raden Wijaya dalam tahun 1293, 527 tahun setelah Banga wafat. Kekalutan itu dapat dibandingkan dengan kisah pertemuan Walangsungsang dengan Sayidina Ali yang masa hidupnya berselisih 8 1/2 abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan Manarah putus hanya sampai cicitnya yang bernama Prabulinggabumi (813 - 852). Tahta Galuh diserahkan kepada suami adiknya yaitu Rakeyan Wuwus alias Prabu Gajah Kulon (819 - 891), cicit Banga yang menjadi Raja Sunda ke-8 (dihitung dari Tarusbawa). Sejak tahun 852 M kedua kerajaan pecahan Tarumanagara itu diperintah oleh keturunan Banga sebagai akibat perkawinan di antara para kerabat keraton: Sunda-Galuh-Kuningan (Saunggalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hubungan Sunda-Galuh dan Sriwijaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sri Jayabupati yang prasastinya telah dibicarakan di muka adalah Raja Sunda yang ke-20. Ia putra Sanghiyang Ageng (1019 - 1030 M). Ibunya seorang puteri Sriwijaya dan masih kerabat dekat Raja Wurawuri. Adapun permaisuri Sri Jayabupati adalah puteri dari Dharmawangsa, raja Kerajaan Medang, dan adik Dewi Laksmi isteri Airlangga. Karena pernikahan tersebut Jayabupati mendapat anugerah gelar dari mertuanya, Dharmawangsa. Gelar itulah yang dicantumkannya dalam prasasti Cibadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Sri Jayabupati pernah mengalami peristiwa tragis. Dalam kedudukannya sebagai Putera Mahkota Sunda keturunan Sriwijaya dan menantu Dharmawangsa, ia harus menyaksikan permusuhan yang makin menjadi-jadi antara Sriwijaya dengan mertuanya, Dharmawangsa. Pada puncak krisis ia hanya menjadi penonton dan terpaksa tinggal diam dalam kekecewaan karena harus "menyaksikan" Dharmawangsa diserang dan dibinasakan oleh Raja Wurawuri atas dukungan Sriwijaya. Ia diberi tahu akan terjadinya serbuan itu oleh pihak Sriwijaya, akan tetapi ia dan ayahnya diancam agar bersikap netral dalam hal ini. Serangan Wurawuri yang dalam Prasasti Calcutta (disimpan di sana) disebut pralaya itu terjadi tahun 1019 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar raja-raja Sunda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah urutan raja-raja Sunda sampai Sri Jayabupati yang berjumlah 20 orang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Maharaja Tarusbawa (669 - 723 M)&lt;br /&gt;2. Sanjaya Harisdarma, cucu-menantu no. 1,(723-732 M).&lt;br /&gt;3. Tamperan Barmawijaya (732-739 M).&lt;br /&gt;4. Rakeyan Banga (739-766 M).&lt;br /&gt;5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766-783 M).&lt;br /&gt;6. Prabu Gilingwesi, menantu no. 5,(783-795 M).&lt;br /&gt;7. Pucukbumi Darmeswara, menantu no. 6, (795-819 M).&lt;br /&gt;8. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819-891 M).&lt;br /&gt;9. Prabu Darmaraksa (adik-ipar no. 8, 891 - 895 M).&lt;br /&gt;10. Windusakti Prabu Dewageng (895 - 913 M).&lt;br /&gt;11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913-916 M).&lt;br /&gt;12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa, menantu no. 11, (916-942 M).&lt;br /&gt;13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942-954 M).&lt;br /&gt;14. Limbur Kancana,putera no. 11,(954-964 M).&lt;br /&gt;15. Prabu Munding Ganawirya (964-973 M).&lt;br /&gt;16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 - 989 M).&lt;br /&gt;17. Prabu Brajawisesa (989-1012 M).&lt;br /&gt;18. Prabu Dewa Sanghyang (1012-1019M).&lt;br /&gt;19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 - 1030 M).&lt;br /&gt;20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030-1042 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali Tarusbawa (no. 1), Banga (no. 4) - Darmeswara (no. 7) yang hanya berkuasa di kawasan sebelat barat Citarum, raja-raja yang lainnya berkuasa di Sunda dan Galuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-1258621196692980238?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/1258621196692980238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/12/story-of-jawa-barat-part-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/1258621196692980238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/1258621196692980238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/12/story-of-jawa-barat-part-ii.html' title='STORY OF JAWA BARAT PART II'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-4969290589497384916</id><published>2010-12-27T05:46:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T05:46:21.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='story of jabar'/><title type='text'>story of jawa barat I</title><content type='html'>&lt;div class="smallfont" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 11px/normal verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Sejarah Jawa Barat 1 : Tarumanegara -&amp;nbsp;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Unanswered&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr size="1" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; color: #d1e1d5; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;div id="post_message_7723" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Tarumanagara atau Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M, yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang diketahui. Dalam catatan, kerajaan Tarumanagara adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menilik catatan prasasti, tidak ada penjelasan yang pasti siapa yang mendirikan pertama kal kerajaan Taruma. Raja yang berkuasa adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor&lt;br /&gt;2. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.&lt;br /&gt;3. Prasasti Munjul atau Prasasti Cidanghiang, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.&lt;br /&gt;4. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor&lt;br /&gt;5. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor&lt;br /&gt;6. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor&lt;br /&gt;7. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan tempat prasasti itu ditemukan berbentuk bukit rendah berpermukaan datar dan diapit tiga batang sungai: Cisadane, Cianten dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat itu masih dilaporkan dengan nama Pasir Muara. Dahulu termasuk bagian tanah swasta Ciampea. Sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Muara tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan, dahulu merupakan sebuah "kota pelabuhan sungai" yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Sampai abad ke-19 jalur sungai itu masih digunakan untuk angkutan hasil perkebunan kopi. Sekarang masih digunakan oleh pedagang bambu untuk mengangkut barang dagangannya ke daerah hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti pada zaman ini menggunakan aksara Sunda kuno, yang pada awalnya merupakan perkembangan dari aksara tipe Pallawa Lanjut, yang mengacu pada model aksara Kamboja dengan beberapa cirinya yang masih melekat. Pada zaman ini, aksara tersebut belum mencapai taraf modifikasi bentuk khasnya sebagaimana yang digunakan naskah-naskah (lontar) abad ke-16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prasasti Pasir Muara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bogor, prasasti ditemukan di Pasir Muara, di tepi sawah, tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman. Prasasti itu kini tak berada ditempat asalnya. Dalam prasasti itu dituliskan :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya menurut Bosch:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), pemerintahan begara dikembalikan kepada raja Sunda.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena angka tahunnya bercorak "sangkala" yang mengikuti ketentuan "angkanam vamato gatih" (angka dibaca dari kanan), maka prasasti tersebut dibuat dalam tahun 458 Saka atau 536 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prasasti Ciaruteun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti Ciaruteun ditemukan pada aliran Sungai Ciaruteun, seratus meter dari pertemuan sungai tersebut dengan Sungai Cisadane; namun pada tahun 1981 diangkat dan diletakkan di dalam cungkup. Prasasti ini peninggalan Purnawarman, beraksara Palawa, berbahasa Sansekerta. Isinya adalah puisi empat baris, yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;vikkrantasyavanipateh shrimatah purnavarmmanah tarumanagararendrasya vishnoriva padadvayam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya menurut Vogel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada pula gambar sepasang "pandatala" (jejak kaki), yang menunjukkan tanda kekuasaan &amp;amp;mdash&amp;amp; fungsinya seperti "tanda tangan" pada zaman sekarang. Kehadiran prasasti Purnawarman di kampung itu menunjukkan bahwa daerah itu termasuk kawasan kekuasaannya. Menurut&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II, sarga 3, halaman 161&lt;/i&gt;, di antara bawahan Tarumanagara pada masa pemerintahan Purnawarman terdapat nama "Rajamandala" (raja daerah) Pasir Muhara.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Prasasti Telapak Gajah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti Telapak Gajah bergambar sepasang telapak kaki gajah yang diberi keterangan satu baris berbentuk puisi berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;jayavi s halasya tarumendrsaya hastinah airavatabhasya vibhatidam padadavayam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mitologi Hindu, Airawata adalah nama gajah tunggangan Batara Indra dewa perang dan penguawa Guntur. Menurut&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pustaka Parawatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I, sarga 1&lt;/i&gt;, gajah perang Purnawarman diberi nama Airawata seperti nama gajah tunggangan Indra. Bahkan diberitakan juga, bendera Kerajaan Tarumanagara berlukiskan rangkaian bunga teratai di atas kepala gajah. Demikian pula mahkota yang dikenakan Purnawarman berukiran sepasang lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukiran bendera dan sepasang lebah itu dengan jelas ditatahkan pada prasasti Ciaruteun yang telah memancing perdebatan mengasyikkan di antara para ahli sejarah mengenai makna dan nilai perlambangannya. Ukiran kepala gajah bermahkota teratai ini oleh para ahli diduga sebagai "huruf ikal" yang masih belum terpecahkan bacaaanya sampai sekarang. Demikian pula tentang ukiran sepasang tanda di depan telapak kaki ada yang menduganya sebagai lambang labah-labah, matahari kembar atau kombinasi surya-candra (matahari dan bulan). Keterangan pustaka dari Cirebon tentang bendera Tarumanagara dan ukiran sepasang "bhramara" (lebah) sebagai cap pada mahkota Purnawarman dalam segala "kemudaan" nilainya sebagai sumber sejarah harus diakui kecocokannya dengan lukisan yang terdapat pada prasasti Ciaruteun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Bogor, masih ada satu lagi prasasti lainnya yaitu prasasti batu peninggalan Tarumanagara yang terletak di puncak Bukit Koleangkak, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang. Pada bukit ini mengalir (sungai) Cikasungka. Prasasti inipun berukiran sepasang telapak kaki dan diberi keterangan berbentuk puisi dua baris:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;shriman data kertajnyo narapatir - asamo yah pura tarumayam nama shri purnnavarmma pracurarupucara fedyavikyatavammo tasyedam - padavimbadavyam arnagarotsadane nitya-dksham bhaktanam yangdripanam - bhavati sukhahakaram shalyabhutam ripunam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahannya menurut Vogel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Naskah Wangsakerta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan tentang Tarumanagara cukup jelas di Naskah Wangsakerta. Sayangnya, naskah ini mengundang polemik dan banyak pakar sejarah yang meragukan naskah-naskah ini bisa dijadikan rujukan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Naskah Wangsakerta dari Cirebon itu, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Jayasingawarman dipusarakan di tepi kali Gomati, sedangkan putranya di tepi kali Candrabaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura--pertama kalinya nama "Sunda" digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prasasti Pasir Muara yang menyebutkan peristiwa pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu dibuat tahun 536 M. Dalam tahun tersebut yang menjadi penguasa Tarumanagara adalah Suryawarman (535 - 561 M) Raja Tarumanagara ke-7. Pustaka Jawadwipa, parwa I, sarga 1 (halaman 80 dan 81) memberikan keterangan bahwa dalam masa pemerintahan Candrawarman (515-535 M), ayah Suryawarman, banyak penguasa daerah yang menerima kembali kekuasaan pemerintahan atas daerahnya sebagai hadiah atas kesetiaannya terhadap Tarumanagara. Ditinjau dari segi ini, maka Suryawarman melakukan hal yang sama sebagai lanjutan politik ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakeyan Juru Pengambat yang tersurat dalam prasasti Pasir Muara mungkin sekali seorang pejabat tinggi Tarumanagara yang sebelumnya menjadi wakil raja sebagai pimpinan pemerintahan di daerah tersebut. Yang belum jelas adalah mengapa prasasti mengenai pengembalian pemerintahan kepada Raja Sunda itu terdapat di sana? Apakah daerah itu merupakan pusat Kerajaan Sunda atau hanya sebuah tempat penting yang termasuk kawasan Kerajaan Sunda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sumber-sumber prasasti maupun sumber-sumber Cirebon memberikan keterangan bahwa Purnawarman berhasil menundukkan musuh-musuhnya. Prasasti Munjul di Pandeglang menunjukkan bahwa wilayah kekuasaannya mencakup pula pantai Selat Sunda. Pustaka Nusantara, parwa II sarga 3 (halaman 159 - 162) menyebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbolinggo) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat pada masa silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Prasasti Purnawarman di Pasir Muara, yang memberitakan Raja Sunda dalam tahun 536 M, merupakan gejala bahwa Ibukota Sundapura telah berubah status menjadi sebuah kerajaan daerah. Hal ini berarti, pusat pemerintahan Tarumanagara telah bergeser ke tempat lain. Contoh serupa dapat dilihat dari kedudukaan Rajatapura atau Salakanagara (kota Perak), yang disebut Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150 M. Kota ini sampai tahun 362 menjadi pusat pemerintahan Raja-raja Dewawarman (dari Dewawarman I - VIII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pusat pemerintahan beralih dari Rajatapura ke Tarumangara, maka Salakanagara berubah status menjadi kerajaan daerah. Jayasingawarman pendiri Tarumanagara adalah menantu Raja Dewawarman VIII. Ia sendiri seorang Maharesi dari Salankayana di India yang mengungsi ke Nusantara karena daerahnya diserang dan ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryawarman tidak hanya melanjutkan kebijakan politik ayahnya yang memberikan kepercayaan lebih banyak kepada raja daerah untuk mengurus pemerintahan sendiri, melainkan juga mengalihkan perhatiannya ke daerah bagian timur. Dalam tahun 526 M, misalnya, Manikmaya, menantu Suryawarman, mendirikan kerajaan baru di Kendan, daerah Nagreg antara Bandung dan Limbangan, Garut. Putera tokoh Manikmaya ini tinggal bersama kakeknya di ibukota Tarumangara dan kemudian menjadi Panglima Angkatan Perang Tarumanagara. Perkembangan daerah timur menjadi lebih berkembang ketika cicit Manikmaya mendirikan Kerajaan Galuh dalam tahun 612 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarumanagara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.&lt;/div&gt;&lt;div style="-webkit-border-horizontal-spacing: 1px; -webkit-border-vertical-spacing: 1px; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;__________________&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-4969290589497384916?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/4969290589497384916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/12/story-of-jawa-barat-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/4969290589497384916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/4969290589497384916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/12/story-of-jawa-barat-i.html' title='story of jawa barat I'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-8160452950368668800</id><published>2010-12-02T06:29:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T06:29:03.340-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*****'/><title type='text'>the power of water</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; color: #222222; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; width: 710px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;td class="contentheading" style="color: #222222; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 24px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 20px; text-decoration: none; width: 706px;" width="100%"&gt;Air pun Berbicara dengan Anda&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="contentpaneopen" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; color: #222222; font-family: Arial, 'Trebuchet MS', Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; width: 710px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;td class="createdate" style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" valign="top"&gt;Minggu, 07 Maret 2010 18:50&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;td style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;" valign="top"&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: #333399;"&gt;&lt;span style="font-family: 'book antiqua', palatino;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;img alt="truepowerwater" height="320" src="http://jongjava.com/web/images/stories/truepowerwater.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="289" /&gt;Pernahkah Anda membayangkan bahwa air pun dapat 'berbicara' dan 'mendengar'? Hasil penelitian Dr Masaru Emoto dari Universitas Yokohama Jepang di bawah ini akan menunjukkan&amp;nbsp; jawabannya. Ternyata air dapat mendengar dan molekulnya berubah-ubah bentuk sesuai dengan apa yang diperdengarkan kepadanya .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;sebuah bukunya yang bertitel&amp;nbsp;&lt;em&gt;“True Power of Water”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Dr Masaru Emoto memperlihatkan, bagaimana ajaibnya air merespon suara dan gelombang di sekitarnya. Betapa air itu bisa membentuk kristal yang berbeda dengan perlakuan gelombang yang berbeda, bahkan hanya dengan tulisan saja. Seolah-olah air bisa diajak berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pnelitian Masaro, bila air di ekspos dengan musik rock metal, air akan gagal membentuk kristal yang cantik. Namun, jika air diberikan alunan nada yang lembut atau ucapan terimakasih dan penghargaan, maka dia bisa membentuk kristal yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, Masaru yang tekun melakukan penelitian tentang perilaku air itu&amp;nbsp; mendo'akan air murni dari mata air di Pulau Honshu secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium. Setelah itu dia memfotonya dengan kamera mikroskop elektron berkecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi lagi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Sewaktu ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Begitupun saat diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Dan saat diperdengarkan musik heavy metal, kristalpun hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Berikut adalah gambar keajaiban air tersebut&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Ketika dibacakan doa untuk kesembuhan didepan sebotol air maka terekam kristal seperti gambar dibawah:&lt;img alt="kristalair1" height="251" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair1.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="173" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2.Ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.&lt;img alt="kristalair2" height="155" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair2.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="222" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3.Ketika diputarkan musik symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga.&lt;img alt="kristalair3" height="163" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair3.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="165" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4.Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal akan hancur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;img alt="kristalair4" height="128" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair4.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="222" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5.Kristal air ini merekam lagu ‘Imagine’ dari John Lennon. Spt lagunya, kristal ini unik dan indah. Setiap elemen tumbuh dg harmonis.&lt;img alt="kristalair5" height="175" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair5.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="232" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6.Saat diungkapkan ‘war’, kpd kristal air (sebelah kiri), maka bentuk kristal ‘peace’ (kanan) tertabrak oleh benda mirip pswt (WTC pd 9 Sept). Gb direkam sblm kejadian.&lt;img alt="kristalair6" height="106" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair6.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="249" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7.Selanjutnya ditunjukkan kata ”malaikat” : terbentuk rantai dg kristal hexagonal yg indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukan kata “setan”, kristal berbentuk buruk dg bola api ditengah (gambar kanan).&lt;img alt="kristalair7" height="298" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair7.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="288" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8.Kristal air yang direkam dari mata air yg masih jernih di Jepang.&lt;img alt="kristalair8" height="164" src="http://jongjava.com/web/images/stories/kristalair8.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="190" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya&amp;nbsp;&lt;em&gt;The Hidden Message in Water&lt;/em&gt;, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="truepowerwater2" height="348" src="http://jongjava.com/web/images/stories/truepowerwater2.jpg" style="border-bottom-color: rgb(0, 0, 0); border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-color: rgb(0, 0, 0); border-left-style: none; border-right-color: rgb(0, 0, 0); border-right-style: none; border-top-color: rgb(0, 0, 0); border-top-style: none; border-width: initial; float: left; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px;" width="244" /&gt;Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah . Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al Anbiya : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lengkap penelitian dan publikasinya Dr. Masaru Emoto dapat dilihat di alamat berikut ini : http://www.masaru-emoto.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://pandu83.wordpress.com&lt;br /&gt;Gambar diambil dari http://prayudi.wordpress.com&lt;br /&gt;(by : Muhammad Yusuf, oasezam weblog)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-size: 12px; font-weight: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="color: #993300;"&gt;============================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #993300;"&gt;**Thanks buat Mbak Nita Mutia Harahap yg menjadi inspirator naskah ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #993300;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-8160452950368668800?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/8160452950368668800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/12/power-of-water.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/8160452950368668800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/8160452950368668800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/12/power-of-water.html' title='the power of water'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-7050041854836651078</id><published>2010-09-02T09:51:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T09:51:31.176-07:00</updated><title type='text'>de''future: good or bad is beyond your imagination</title><content type='html'>&lt;a href="http://kurniaade41.blogspot.com/2010/09/good-or-bad-is-beyond-your-imagination.html?spref=bl"&gt;de''future: good or bad is beyond your imagination&lt;/a&gt;: "Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang adalah putra  presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono.  Persahabatan  in..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-7050041854836651078?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/09/good-or-bad-is-beyond-your-imagination.html?spref=bl' title='de&apos;&apos;future: good or bad is beyond your imagination'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/7050041854836651078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/09/defuture-good-or-bad-is-beyond-your.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7050041854836651078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7050041854836651078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/09/defuture-good-or-bad-is-beyond-your.html' title='de&apos;&apos;future: good or bad is beyond your imagination'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-2770901698029976287</id><published>2010-09-02T09:36:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T09:36:52.015-07:00</updated><title type='text'>good or bad is beyond your imagination</title><content type='html'>Ini kisah persahabatan dua anak manusia. Yang seorang&lt;br /&gt;adalah putra  presiden, yang lain pemuda rakyat jelata bernama Pono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan  ini sudah terjalin sejak mereka masih di bangku sekolah. Pono punya  kebiasaan yang kadang menjengkelkan. Apa pun peristiwa yang terjadi di  depannya selalu dianggap positif. "Itu Baik!” katanya&lt;br /&gt;senantiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari  itu seperti yang sering mereka lakukan, Pono menemani sahabatnya  berburu. Tugasnya membawa senapan dan mengisi peluru agar selalu siap  digunakan. Entah kenapa, barangkali belum terkunci secara sempurna,  setelah diserahkan kepada sahabatnya senapan itu&lt;br /&gt;meletus. Akibatnya  cukup fatal. Ibu jari putra presiden terkena terjangan peluru dan putus.  Melihat itu tanpa sadar dengan kalemnya Pono berkomentar. "Itu Baik!”  Kontan sahabatnya naik pitam. “Bagaimana Kau ini! Jempolku putus  tertembak, malah dibilang Baik.&lt;br /&gt;Brengsek!” Agaknya, kali ini kelakuan  Pono tak termaafkan. Ia dijebloskan ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan  kemudian, sang putra presiden kembali pergi berburu ke Afrika. Malang,  ia tersesat di hutan lebat dan ditangkap suku primitif yang masih  kanibal. Malam harinya, dalam keadaan terikat ia akan dibakar untuk  disantap ramai-ramai. Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Belakangan  ketahuan, suku tersebut pantang memangsa&lt;br /&gt;makhluk yang organ tubuhnya  tidak lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib baik itu membuat sang putra presiden  termenung.  Ia teringat kembali peristiwa ketika jempolnya  putustertembak lantaran ulah&lt;br /&gt;Pono. Ia kemudian menemui Pono di  penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ternyata Kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak,  ”katanya sambil menceritakan peristiwa yang baru sajadialaminya di  Afrika. &lt;br /&gt;"Aku menyesal telah memenjarakanmu.".&lt;br /&gt;“Oh, tidak!’  Bagiku, ini Baik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kau ini? Memenjarakan teman kau  bilang baik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau aku tidak dipenjara, pasti saat itu aku  bersamamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah satir ini mengingatkan pada pernyataan Randolph  Bourne, intelektual Amerika yang juga anak didik John Dewey. Katanya,  seorang teman itu memang dipilih untuk kita berdasarkan hukum perasaan  yang tersembunyi, bukan oleh kehendak sadar kita si manusia. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;Sumber  artikel, dari buku:&lt;br /&gt;Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening  Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal.  89-90. ISBN 978-6028-686-402.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-2770901698029976287?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/2770901698029976287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/09/good-or-bad-is-beyond-your-imagination.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/2770901698029976287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/2770901698029976287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/09/good-or-bad-is-beyond-your-imagination.html' title='good or bad is beyond your imagination'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-8520490610295234928</id><published>2010-08-17T11:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T11:40:12.156-07:00</updated><title type='text'>god answer...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rosul  bersabda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Tafakkaru  fi khalqillah wa la tafakkaru fi dzatihi"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Berfikirlah akan ciptaan Allah dan jangan  berfikir tentang Dzat-Nya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Motif yang  melatar belakangi sabda Nabi tersebut terkait dengan sikap sebagian  sahabat yang sibuk berfikir dan berfikir, sehingga diantara mereka  sampai tidak saling bertegur sapa. Ketka ditanya oleh Rasulullah tentang  penyebabnya, mereka mejawab bahwa mereka sedang sibuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memikirkan Allah. &lt;/span&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;endengar  jawaban tersebut , Nabi kemudian bersabda: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tafakkaru.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;Sebagaimana latar belakang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; hadits di  atas, larangan berfikir tentang Dzat Allah diberlakukan terhadap  siapapun yang tidak mempunyai kemampuan yang memadai, baik intelektual  maupun emosional, sehingga hasilnya bukan pencerahan, namun justru  pertengkaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keterlibatan  para akhli ilmu kalam, seperti imam al-As'ari dan imam al-Ghazali serta  para teolog besar lainnya, menunjukkan bahwa larangan dalam hadits  tersebut bersifat temporer dan kondisional. Yakni hanya bagi kalangan  awam yang tidak mempunyai kemampuan memadai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-8520490610295234928?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/8520490610295234928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/god-answer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/8520490610295234928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/8520490610295234928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/god-answer.html' title='god answer...'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-6389120581913547238</id><published>2010-08-17T11:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T11:31:27.776-07:00</updated><title type='text'>beyond your limit</title><content type='html'>Diambil dari mailing list assunnah@yahogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Message: 1&lt;br /&gt;Date:  Thu, 16 Jun 2005 16:28:12 +0700&lt;br /&gt;From: "Sigit, Iman"&lt;br /&gt;Subject:  [ENSIKLOPEDIA LARANGAN] Larangan Berfikir tentang Dzat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan  Berfikir tentang Dzat Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DALIL AL QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  subhanahu wa ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya dalam penciptaan  langit dan bumi, dan silih bergantinya&lt;br /&gt;malam dan siang terdapat  tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang  mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau&lt;br /&gt;dalam keadaan  berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit&lt;br /&gt;dan bumi  (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan&lt;br /&gt;ini  dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa&lt;br /&gt;neraka  ".(Q.S. Ali Imran : 190-191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman  :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Perhatikanlah apa yang ada  di langit dan di bumi. Tidaklah&lt;br /&gt;bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan  rasul-rasul yang memberi peringatan&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang tidak  beriman". (Q.S. Yunus : 101)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara&lt;br /&gt;keduanya  tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang&lt;br /&gt;kafir,  maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk&lt;br /&gt;neraka.  (Q.S. Shaad : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. DALIL AS SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Berfikirlah&lt;br /&gt;tentang  nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-sekali engkau berfikir&lt;br /&gt;tentang  Dzat Allah " (Hadits hasan, Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan  dari Fudhalah bin Ubaid radhiyallaahu 'anhu, dari&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : " Tiga&lt;br /&gt;jenis orang  yang tidak perlu engkau tanyakan lagi nasibnya; Orang yang&lt;br /&gt;memisahkan  diri dari jama'ah, ia mendurhakai imam dan mati dalam keadaan&lt;br /&gt;durhaka.  Budak wanita atau pria yang melarikan diri dari tuannya, lalu&lt;br /&gt;mati.  Dan seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya dengan memberikan&lt;br /&gt;perbekalan  yang cukup, lalu sepeninggal suaminya ia bersolek (untuk&lt;br /&gt;lelaki  lain) ".&lt;br /&gt;" Tiga jenis orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi  nasibnya; Orang&lt;br /&gt;yang merampas selendang Allah, sesungguhnya selendang  Allah adalah&lt;br /&gt;kesombongan-Nya, sarung-Nya adalah kemuliaan. Orang  yang ragu tentang&lt;br /&gt;Allah. Dan orang yang berputus asa terhadap rahmat  Allah " (Hadits&lt;br /&gt;shahih, diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam al Adabul  Mufrad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, dari  Rasulullah&lt;br /&gt;shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "  Sesungguhnya syaitan&lt;br /&gt;mendatangi salah seorang dari kamu, lalu  berkata: 'Siapakah yang telah&lt;br /&gt;menciptakan ini ? Siapakah yang telah  menciptakan itu ? ' Hingga syaitan&lt;br /&gt;berkata kepadanya: 'Siapakah yang  menciptakan Rabbmu ?'. Jika sudah&lt;br /&gt;sampai demikian, maka hendaklah ia  berlindung kepada Allah dengan&lt;br /&gt;mengucapkan isti'adzah dan berhenti "  (HR Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Anas bin Malik  radhiyallaahu 'anhu, ia berkata,&lt;br /&gt;Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa  sallam bersabda: " Allah subhanahu wa&lt;br /&gt;ta'ala berfirman: 'Sesungguhnya  umatmu akan terus-menerus bertanya apa&lt;br /&gt;ini, apa itu ? " Hingga  mereka bertanya: 'Allah telah menciptakan ini&lt;br /&gt;dan itu lalu siapakah  yang menciptakan Allah ? " (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain  ditambahkan: " Jika demikian halnya, mereka akan&lt;br /&gt;tersesat "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  FAWAID / KANDUNGAN BAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Allah subhanahu wa ta'ala telah  menganjurkan dalam Kitab-Nya agar&lt;br /&gt;berfikir dan bertadabbur. Anjuran  ini ada dua macam: Pertama, anjuran&lt;br /&gt;mentadabburi ayat-ayat Al Qur'an  dan ayat-ayat-Nya yang dapat disimak.&lt;br /&gt;Agar seorang hamba dapat  memahami maksud Allah ta'ala dan dapat meyakini&lt;br /&gt;kehebatan Al Qur'an  sebagai Kalamullah dan mukjizat yang tidak ada&lt;br /&gt;kebathilan di  dalamnya, dari depan maupun dari belakang. Sebagaimana&lt;br /&gt;yang Allah  ta'ala firmankan : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al&lt;br /&gt;Qur'an?  Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah&lt;br /&gt;mereka  mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya " (Q.S. An Nisaa :&lt;br /&gt;82).  Dan firman Allah : " Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al&lt;br /&gt;Qur'an  ataukah hati mereka terkunci ? " (Q.S. Muhammad : 24) Kedua,&lt;br /&gt;anjuran  memikirkan keagungan ciptaan Allah, kerajaan dan kekuasaan-Nya,&lt;br /&gt;serta  ayat-ayat yang dapat disaksikan, agar seorang hamba dapat&lt;br /&gt;merasakan  keagungan al-Khaliq, dapat mengakui kebenaran Al Qur'an.&lt;br /&gt;Sebagaimana  yang Allah ta'ala firmankan : "Katakanlah: 'Perhatikanlah&lt;br /&gt;apa yang  ada di langit dan di bumi " (Q.S. Yunus : 101). Dan firman&lt;br /&gt;Allah :  "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)&lt;br /&gt;Kami  di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah&lt;br /&gt;bagi  mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak&lt;br /&gt;cukup  (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu ?"&lt;br /&gt;(Q.S.  Fushshilat : 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah  subhanahu wa ta'ala yang dapat&lt;br /&gt;disaksikan dan mentadabburi ayat-ayat  Allah yang dapat disimak tidaklah&lt;br /&gt;dibatasi dengan keadaan atau  waktu-waktu tertentu seperti yang&lt;br /&gt;dibuat-buat oleh kaum sufi atau  ahli kalam, dengan menggunakan istilah&lt;br /&gt;renungan pemikiran dan  lainnya, dalilnya adalah firman Allah subhanahu&lt;br /&gt;wa ta'ala: "(yaitu)  orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau&lt;br /&gt;duduk atau dalam  keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang&lt;br /&gt;penciptaan langit  dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah&lt;br /&gt;Engkau  menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka&lt;br /&gt;peliharalah  kami dari siksa neraka " (Q.S. Ali Imran : 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dzat Allah  tidak akan bisa terjangkau oleh akal pikiran dan tidak&lt;br /&gt;akan bisa  dikira-kirakan. Allah ta'ala berfirman: "Sedangkan ilmu mereka&lt;br /&gt;tidak  dapat meliputi ilmu-Nya " (Q.S. Thaaha : 110)&lt;br /&gt;Karena Dzat Allah  Mahaagung dan Mahatinggi dari kandungan pemisalan dari&lt;br /&gt;qiyas. " Dia  tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat&lt;br /&gt;melihat  segala penglihatan itu " (Q.S. Al An'am : 103)&lt;br /&gt;Dan bagi Al-Khaliq,  tidak ada penyerupaan, tandingan dan juga pemisalan.&lt;br /&gt;" Dan tidak ada  sesuatu pun yang setara dengan Dia " (Q.S. Al Ikhlas :&lt;br /&gt;4)&lt;br /&gt;Oleh  sebab itulah melalui lisan Rasul-Nya, Allah Yang Mahabijaksana&lt;br /&gt;melarang  berfikir tentang Dzat-Nya Yang Mahasuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Berfikir tentang  Dzat Allah akan menggiring pelakunya kepada&lt;br /&gt;keragu-raguan tentang  Allah. Dan siapa saja yang ragu tentang Allah,&lt;br /&gt;pasti binasa. Sebab ia  akan dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan&lt;br /&gt;membingungkan yang lahir  dari pemikiran sesat, " Allah menciptakan ini&lt;br /&gt;dan itu lalu siapakah  yang menciptakan Allah ? ". Pertanyaan itu pada&lt;br /&gt;hakikatnya sangat  kontradiktif dan kabur maksudnya. Sebab Allah adalah&lt;br /&gt;Pencipta bukan  makhluk !&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: " Dia tidak beranak  dan tiada pula&lt;br /&gt;diperanakkan " (Q.S. Al Ikhlas : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.  Pengobatan untuk was-was iblis dan pemikiran-pemikiran syaitan ini,&lt;br /&gt;yaitu  mengikuti tata cara Al Qur'an dan As Sunnah yang dijelaskan oleh&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallaahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;(1) Membaca surat Al Ikhlas&lt;br /&gt;(2)  Meludah ke kiri sebanyak tiga kali&lt;br /&gt;(3) Berlindung kepada Allah  subhanahu wa ta'ala dari gangguan syaitan&lt;br /&gt;yang terkutuk dengan  membaca isti'adzah&lt;br /&gt;(4) Mengatakan, "Aku beriman kepada Allah dan  Rasul-Rasul-Nya "&lt;br /&gt;(5) Memutus was-was dan menghentikan keraguannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.  Bimbingan Nabawi tadi merupakan cara yang paling mujarab untuk&lt;br /&gt;mengobati  penyakit was-was dan lebih ampuh untuk memutusnya daripada&lt;br /&gt;cara  jidal (perdebatan) logika yang sempit yang pada umumnya malah&lt;br /&gt;membuat  orang bingung. Hendaklah orang yang waras akalnya memperhatikan&lt;br /&gt;benar  sabda Nabi : ' Sesungguhnya hal itu dapat menghilangkannya '.&lt;br /&gt;Jadi,  siapa saja yang melakukannya semata-mata ikhlas karena Allah dan&lt;br /&gt;ketaatan  kepada Rasul-Nya, maka syaitan pasti lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diringkas dari  ENSIKLOPEDIA LARANGAN Jilid 1 - Pustaka Imam Asy Syafi'i&lt;br /&gt;Mausuu'ah  al-Manaahiyyiys Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyah&lt;br /&gt;Syaikh  Salim bin 'Ied al-Hilali Daar Ibnu 'Affan Th. 1419 H &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-6389120581913547238?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/6389120581913547238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/beyond-your-limit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/6389120581913547238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/6389120581913547238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/beyond-your-limit.html' title='beyond your limit'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-4791971885823145499</id><published>2010-08-17T10:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T10:55:56.972-07:00</updated><title type='text'>Allohu Akbar..</title><content type='html'>&lt;h1 class="title"&gt;Ajakan Dzikir Anjing hu akbar di IAIN Bandung Satu  Contoh&amp;nbsp;Kasus&lt;/h1&gt;&lt;div class="date"&gt;                      &lt;span class="day"&gt;13&lt;/span&gt;                      &lt;span class="month"&gt;Oct&lt;/span&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div class="entry"&gt;       &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="pd-rating" id="pd_rating_holder_359744_post_593" style="display: inline-block;"&gt;&lt;div id="rating_info_359744_post_593" onclick="javascript:PDRTJS_359744_post_593.togglePopup();return false;" style="background: url(&amp;quot;http://i0.poll.fm/images/ratings/info.png&amp;quot;) no-repeat scroll 3px 2px transparent; cursor: pointer; display: none; float: left; height: 16px; width: 16px;"&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="PDRTJS_359744_post_593_msg" style="float: left; padding-left: 5px; text-align: left;"&gt;Rate This&lt;/div&gt;&lt;img alt="Quantcast" border="0" height="1" src="http://pixel.quantserve.com/pixel/p-ab3gTb8xb3dLg.gif" style="display: none;" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;script charset="utf-8" type="text/javascript"&gt;&lt;!--//--&gt;&lt;![CDATA[//&gt;&lt;!--PDRTJS_settings_359744_post_593={"id":359744,"unique_id":"wp-post-593","title":"Ajakan Dzikir Anjing hu akbar di IAIN Bandung Satu Contoh Kasus","permalink":"http:\/\/pikirancerah.wordpress.com\/2009\/10\/13\/ajakan-dzikir-anjing-hu-akbar-di-iain-bandung-satu-contoh-kasus\/","item_id":"_post_593"}//--&gt;&lt;!]]&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Kasus ucapan mahasiswa IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Gunung  Djati Bandung dalam ta’aruf dengan&lt;br /&gt;mahasiswa baru September 2004 cukup menyentak. Di antaranya perkataan:  “Selamat bergabung di area bebas&lt;br /&gt;tuhan”. Malah ada seorang mahasiswa dari jurusan Aqidah Filsafat  Fakultas Ushuluddin mengepalkan tangan dan&lt;br /&gt;meneriakkan, “Kita berzikir bersama anjing hu akbar.”&lt;span id="more-593"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini cuplikan laporan utama Tabloid Republika Dialog Jum’at, 22  Oktober 2004 berjudul Terpeleset Filsafat di&lt;br /&gt;Bandung:&lt;br /&gt;Jum’at, 27 September 2004, sore hari. Ratusan mahasiswa Institut Agama  Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati&lt;br /&gt;Bandung, melakukan prosesi penerimaan mahasiswa baru atau yang biasa  disebut taaruf.&lt;br /&gt;Sebagai institusi Islam, taaruf juga akan mempelajari masalah keislaman  secara sepintas. Mereka akan mempelajari&lt;br /&gt;bagaimana Islam dulu, kini, dan masa depan, serta bagaimana peluang IAIN  dalam kehidupan bermasyarakat pada&lt;br /&gt;masa depan.&lt;br /&gt;Pada hari itu pula, panitia yang tergabung dalam Badan Eksekutif  Mahasiswa, akan memperkenalkan seluruh&lt;br /&gt;organisasi mahasiswa yang berada di lingkungan IAIN. Di saat pembawa  acara memanggil setiap jurusan untuk maju&lt;br /&gt;ke atas panggung dan memperkenalkannya, suara riuh dan sorak sorai  mahasiswa baru menggema. Bahkan tidak segan&lt;br /&gt;mereka melakukan tepuk tangan dan mengikuti ucapan Allahu Akbar, ketika  diinstruksikan oleh senior jurusannya.&lt;br /&gt;Hal berbeda terjadi pada Fakultas Ushuluddin. Fakultas yang terdiri dari  lima jurusan yakni, Sosiologi Agama,&lt;br /&gt;Perbandingan Agama, Tafsir Hadits, dan Aqidah Filsafat ini, disambut  dengan tangisan sebagian mahasiswa.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, sejak mereka memasuki ruangan dan menaiki panggung,  seorang dari mahasiswa yang menjadi juru&lt;br /&gt;bicara untuk fakultas itu, memulai dengan perkataan, “Selamat bergabung  di area bebas tuhan”.&lt;br /&gt;Jurusan Sosiologi Agama punya gaya sendiri menyambut juniornya.  “Mahasiswa sosiologi agama adalah insan kreatif&lt;br /&gt;inovatif yang sosialis demokratis. Beri kesempatan kepada teman-teman  kami yang senantiasa mencari tuhan,” ungkap&lt;br /&gt;ketua himpunan jurusan sosiologi agama.&lt;br /&gt;Pernyataan yang lebih menakutkan keluar dari mulut salah satu di antara  mereka. “Kami tidak ingin punya tuhan yang&lt;br /&gt;takut pada akal manusia,” katanya. Namun perkataan itu tidaklah berarti  ketika seorang mahasiswa dari jurusan Aqidah&lt;br /&gt;Filsafat, mengepalkan tangan dan meneriakkan: “Kita berzikir bersama  anjing hu akbar,” teriaknya lantang.&lt;br /&gt;Dalam laporan Republika itu dikutip komentar ulama FUUI (Forum Ulama  Ummat Islam) Bandung, KH Athi’an Ali&lt;br /&gt;Da’I, “Ada dosen yang di depan kelas dengan bangganya mengaku sudah tiga  bulan tak shalat.”&lt;br /&gt;Dijelaskan, berkaitan dengan kasus ini, FUUI mengeluarkan empat fatwa.  Namun khabarnya pihak Rektorat IAIN&lt;br /&gt;Bandung justru mengancam FUUI dan membela mahasiswanya yang telah  mengucapkan hinaan terhadap Allah SWT&lt;br /&gt;di depan umum (para mahasiswa baru IAIN SGD Bandung) itu. Beritanya  sebagai berikut:&lt;br /&gt;Empat Fatwa FUUI untuk Kasus IAIN&lt;br /&gt;BANDUNG—Kasus penghinaan melalui perkataan yang dikeluarkan oknum  mahasiswa Aqidah Filsafat Institut&lt;br /&gt;Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati (SGD), semakin meruncing.  Setelah pihak Rektorat IAIN SGD&lt;br /&gt;Bandung mengancam akan membawa kasus ini ke pengadilan, dengan tuduhan  pencemaran nama baik, kini giliran&lt;br /&gt;Forum Ulama Ummat Islam (FUUI), mengeluarkan empat fatwa.&lt;br /&gt;Empat butir fatwa yang dikeluarkan FUUI itu, berisi tuntutan agar oknum  mahasiswa yang telah menghina Islam wajib&lt;br /&gt;dihukum mati. Hal ini sesuai dengan fatwa FUUI No 02/Dzulqo’idah/1421,  mengenai Penghinaan Terhadap Islam. Hal&lt;br /&gt;ini dikatakan Ketua FUUI, KH Athian Ali Muhammad Dai MA, saat konferensi  pers pemutaran VCD, Sabtu (9/10&lt;br /&gt;2004).&lt;br /&gt;“Berdasarkan syariat Islam, mereka yang menghina Islam seperti pendeta  Suradi dan Pendeta Poernama Winangun,&lt;br /&gt;wajib dihukum mati,” katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;Imbauan kedua, kata dia, pemerintah dituntut segera melaksanakan  tindakan hukum, untuk menghindari umat Islam&lt;br /&gt;mengambil tindakan sendiri.&lt;br /&gt;Maklumat ketiga, sambung Athian, mengimbau kepada pihak berwenang di  IAIN SGD Bandung, untuk mensterilkan&lt;br /&gt;IAIN dari individu, faham, silabus, maupun metodologi. Baik secara  langsung maupun tidak langsung, dengan&lt;br /&gt;berproyeksi jangka pendek maupun jangka panjang, yang sengaja ataupun  tidak sengaja mengarahkan mahasiswa pada&lt;br /&gt;pola pikir yang bertentangan dengan aqidah, akhlak dan syariat Islam.&lt;br /&gt;Terakhir, sambung Athian, pihaknya mengimbau kepada orangtua untuk tidak  melanjutkan pendidikan putra putrinya&lt;br /&gt;ke IAIN, sebelum institusi itu steril. “Apabila memang telah telanjur,  orang tua harus lebih memperhatikan aqidah,&lt;br /&gt;akhlak, dan pelaksanaan syariat Islam,” katanya menandaskan.&lt;br /&gt;Athian mengaku tak menyangka hal ini akan terjadi di kalangan yang  notabene lembaga pendidikan tinggi Islam.&lt;br /&gt;Bahkan, dirinya tidak habis pikir mengapa IAIN menuduhnya mencemarkan  nama baik. Padahal, kata dia, dirinya&lt;br /&gt;melakukan hal tersebut karena sayang terhadap IAIN dan ingin membantu  perguruan tinggi tersebut.&lt;br /&gt;Dikatakan Athian, dirinya telah mengundang pihak IAIN untuk bersama-sama  menyelesaikan masalah ini. Namun&lt;br /&gt;hingga acara berlangsung, tidak ada pihak IAIN yang menghadirinya. “Saya  sudah mengundangnya, tetapi tidak ada&lt;br /&gt;yang datang. Kalau seperti ini, tidak akan ada pembicaraan lagi karena  untuk apa,” paparnya.&lt;br /&gt;Dituturkan Athian, kasus ini muncul dari laporan sejumlah mahasiswa IAIN  yang mengatakan di kampusnya ada upaya&lt;br /&gt;pendangkalan aqidah Islam dengan menyatakan ‘Islam bukan satu-satunya  agama yang benar’, serta pernyataanpernyataan&lt;br /&gt;buruk lainnya. Ungkapan itu, sambung dia, merupakan penghinaan terhadap  Allah SWT dan Islam.&lt;br /&gt;“Mereka meminta bantuan kepada kami. Apabila kasus ini masuk ke  pengadilan, mahasiswa itu siap menjadi saksi,”&lt;br /&gt;katanya.&lt;br /&gt;Koordinator tim advokasi FUUI, Rizal Fadhillah, mengatakan, maklumat ini  sebagai langkah awal untuk melaporkan&lt;br /&gt;okum mahasiswa itu ke Polda Jabar. Ditambahkannya, mereka terancam  dijerat dua pasal sekaligus, yaitu pasal 156 A&lt;br /&gt;KUHP tentang penodaan agama dan 156 B tentang ajakan tak ber-Tuhan.  Sementara itu, Pembantu Rektor V IAIN&lt;br /&gt;SGD Bandung, Mohammad Najib, mengatakan, pihaknya siap menerima tuntutan  FUUI. Namun, diakuinya, pihaknya&lt;br /&gt;tidak akan menyerahkan Faridl sebagai pelaku yang dimaksud FUUI, sebelum  pihak rektorat melakukan uji otentik dan&lt;br /&gt;uji konteks akademis kepada mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;Najib menambahkan, pihaknya pernah memanggil Faridl untuk dimintai  keterangan mengenai perbuatannya. Namun&lt;br /&gt;setelah diperiksa, tim klarifikasi yang sengaja dibentuk rektorat ini,  tidak menemukan hal yang menyalahi aturan.&lt;br /&gt;“Pasalnya itu murni persoalan akademik. Tapi saya akan melakukan  pemanggilan lagi,” katanya saat dihubungi&lt;br /&gt;Republika, Ahad (10/10).&lt;br /&gt;Allah Swt Membongkar Mereka&lt;br /&gt;Umat Islam tidak usah payah-payah melacak pemikiran orang-orang IAIN,  dengan adanya kasus yang menyentak&lt;br /&gt;dilontarkan oleh mahasiswa IAIN Bandung, lalu dibela-bela oleh para  dosen dan pimpinan di kampus, itu sudah&lt;br /&gt;merupakan bukti nyata. Bahwa mereka memang modelnya seperti itu, cara  membela masalah yang menghina agama&lt;br /&gt;pun dengan memutar-mutar lidah seperti itu. Cara mereka berkelit pun  sudah tampak nyata. Jadi tidak usah umat Islam&lt;br /&gt;mencari dan melacak ke dalam-dalamnya, mereka sendirilah yang  menampakkan jati diri mereka, isi kepala mereka.&lt;br /&gt;Lebih jelas lagi penampakan jati diri mereka itu ketika dekan Ushuluddin  IAIN Bandung berbicara di acara kontroversi&lt;br /&gt;di TV 7 di suatu malam menjelang Iedul Fitri 1425H. Nama acaranya itu  sendiri kontroversi, yang dalam hal ini kasus&lt;br /&gt;“anjing hu akbar” dan “areal bebas tuhan” di IAIN Bandung itu. Ternyata  kasus yang sudah nyata-nyata menghina&lt;br /&gt;Alloh swt itu dibela benar-benar oleh sang dekan Ushuluddin IAIN  Bandung. Bahkan dengan ungkapan yang&lt;br /&gt;merendahkan FUUI, yang memprotes kasus itu, oleh dekan Ushuluddin  diremehkan dengan menyebut bahwa orangorang&lt;br /&gt;FUUI itu S2 saja belum lulus.&lt;br /&gt;Pembelaan kepada mahasiswa yang telah kurangajar, dengan cara meremehkan  orang lain seperti itu, justru&lt;br /&gt;menampakkan diri sebagai orang-orang yang memang tidak pantas untuk  memegang amanat ilmiah, apalagi agama&lt;br /&gt;Islam. Karena Islam jelas mengecam kesombongan, di antaranya kesombongan  model merendahkan orang lain atau&lt;br /&gt;lembaga lain. Dari satu sisi, dia membanggakan lembaga IAIN-nya yang  katanya banyak doctor dan professor, ternyata&lt;br /&gt;tidak mempersoalkan masalah mahasiswanya itu. Sementara lembaga FUUI  yang orang-orangnya belum lulus S2&lt;br /&gt;malah mempersoalkan. Pernyataan seorang dekan Ushuluddin IAIN Bandung  seperti itu sebenarnya justru meremuk&lt;br /&gt;redamkan IAIN Bandung itu sendiri. Karena ternyata lembaga yang dipimpin  oleh orang yang benar-benar sombong&lt;br /&gt;dalam arti sebenarnya yaitu: alkibru bathorul haq wa ghomtun naas.  Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan&lt;br /&gt;meremehkan manusia. Ini jelas dalam hadits:&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw, beliau bersabda: “Tidak masuk  surga orang yang di dalam hatinya&lt;br /&gt;ada kesombongan seberat dzarrah/ biji (pun).” Seorang lelaki berkata,  sesungguhnya lelaki (maksudnya Malik&lt;br /&gt;bin Muroroh Ar-Rohawi) suka kalau pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.  Beliau bersabda: “Sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah itu Maha Bagus menyukai yang bagus. Sombong itu adalah menolak  lagi mengingkari kebenaran dan&lt;br /&gt;meremehkan manusia. (HR Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;Qodarulloh, umat Islam ditunjuki bahwa isi di dalam IAIN di Indonesia  adalah seperti itu. Mahasiswanya seperti itu&lt;br /&gt;tingkah polah dan ucapannya, demikian pula dosen-dosen dan pimpinan  fakultas maupun institutnya. Sehingga umat&lt;br /&gt;Islam tidak usah berpayah-payah untuk menggali, sebenarnya isi orang  IAIN di Indonesia itu seperti apa, ternyata&lt;br /&gt;qodarulloh, mereka sendiri yang membongkarnya; ya mahasiswanya, ya  dosen-dosennya, dan juga pimpinan fakultas&lt;br /&gt;dan institutnya. Ditambah lagi pembongkaran yang dilakukan oleh tokoh  Islam yang punya ghiroh Islamiyah tinggi,&lt;br /&gt;sehingga umat ini mengetahuinya.&lt;br /&gt;Al-Qur’an telah menggambarkan adanya pembongkaran rumah orang-orang  kafir Ahli Kitab dengan tangan-tangan&lt;br /&gt;orang kafir itu sendiri dan tangan-tangan orang mukminin. Maka tidak  mengherankan, kalau penghinaan terhadap&lt;br /&gt;Islam, terhadap Alloh swt pun dibongkar sendiri oleh pelaku-pelakunya  beserta pembela-pembelanya, ditambah dengan&lt;br /&gt;pembongkaran oleh Mukminin. Dalam persitiwa pembongkaran rumah-rumah  orang kafir Ahli Kitab, Allah swt&lt;br /&gt;mengabadikan kisahnya di dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari  kampung-kampung mereka pada saat&lt;br /&gt;pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan  keluar dan merekapun yakin,&lt;br /&gt;bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari  (siksaan) Allah; maka Allah&lt;br /&gt;mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka  sangka-sangka. Dan Allah&lt;br /&gt;mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan  rumah-rumah mereka dengan tangan&lt;br /&gt;mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah  (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran,&lt;br /&gt;hai orang-orang yang mempunyai pandangan. (QS Al-Hasyr/ 59: 2).&lt;br /&gt;Apabila pembongkaran yang telah ditampakkan oleh Allah swt dalam kasus  di IAIN Bandung itu tidak menjadi&lt;br /&gt;pelajaran bagi pihak IAIN se-Indonesia (yang kenyataannya masyarakat  umum tahu, rata-rata pemikirannya sama saja&lt;br /&gt;model itu) maka Allah swt tidak sulit untuk membongkar mereka lebih  dahsyat lagi, baik lewat orang-orang dari dalam&lt;br /&gt;IAIN se-Indonesia itu sendiri maupun umat Islam atau bersama-sama.  Bahkan pihak-pihak yang membela kesesatan&lt;br /&gt;selama ini pun tidak sulit bagi Allah swt untuk membongkarnya. Dan  adapun sampai mereka mati tidak terbongkar&lt;br /&gt;pula, maka pengadilan di akherat kelak tetap akan mereka derita. Itulah  jaminan yang tidak akan meleset, maka FUUI&lt;br /&gt;ataupun umat Islam pada umumnya sebenarnya hanya bertugas saling  menasihati dengan kebenaran dan kesabaran.&lt;br /&gt;Adapun nasihat bahkan tuntutan justru dibalas hinaan, itu satu anugerah  bahwa pengusung kesesatan yang sampai&lt;br /&gt;melecehkan Islam ini sudah ditampakkan oleh Allah swt figur-figur dan  sarang-sarangnya. Tinggal umat Islam ini&lt;br /&gt;mampu memahami itu atau tidak. Ini salah satu ujian dalam menjalankan  Islam, mau pilih yang membela Islam atau&lt;br /&gt;justru pilih yang melecehkannya sambil memutar-mutar lidah dan  berlindung di bawah jubah title, lembaga dan&lt;br /&gt;sarangnya.&lt;br /&gt;Dikutip dari buku: Ada Pemurtadan di IAIN, Penulis: Ustadz Hartono  Ahmad Jaiz. Cetakan II 2005&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tags: &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/aqidah-filsafat/" rel="tag"&gt;Aqidah  Filsafat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/area-bebas/" rel="tag"&gt;area bebas&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/fuui/" rel="tag"&gt;FUUI&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/hartono-ahmad-jaiz/" rel="tag"&gt;Hartono  Ahmad Jaiz&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/liberalisme/" rel="tag"&gt;Liberalisme&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/permurtadan-di-iain/" rel="tag"&gt;permurtadan  di IAIN&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/pluralisme/" rel="tag"&gt;Pluralisme&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/sekularisme/" rel="tag"&gt;Sekularisme&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/sunan-gunung-djati/" rel="tag"&gt;Sunan  Gunung Djati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-4791971885823145499?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/4791971885823145499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/allohu-akbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/4791971885823145499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/4791971885823145499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/allohu-akbar.html' title='Allohu Akbar..'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-1233108796475092052</id><published>2010-08-17T10:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-17T10:39:36.122-07:00</updated><title type='text'>back to holly qur'an</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;PEMURTADAN DI IAIN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam berbagai aspek, IAIN nyata-nyata  berkiblat ke Barat, makanya bisa dirasakan adanya kecenderungan menyebarkan virus  perusak (penghancur) iman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Virus penghancur  iman itu telah merata di IAIN, STAIN, STAIS, UIN, dan bahkan sampai ke Fakultas Agama Islam di perguruan tinggi umum.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Karena memang pendidikan agama Islam di perguruan tinggi di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; ini kurikulumnya, sistem  pengajarannya, dan dosen-dosennya berkiblat ke Barat, bukan ke Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Padahal sikap Barat terhadap agama  (Islam) cenderung merusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Demikian rangkuman yang bisa diambil dari acara  bedah buku “Ada Pemurtadan di IAIN” karya Hartono Ahmad Jaiz.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Acara berlangsung Ahad, 19 Juni 2005 (bertepatan dengan 12 Jumadil Awwal 1426 Hijriah), di Masjid Pesantren Al-Husnayain pimpinan KH Ahmad Kholil  Ridwan, alumni Gontor dan Jami’ah (Universitas) Islam Madinah.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Pesantren Al-Husnayain terletak di Jl Lapan, Pasar Rebo,  Cibubur, Jakarta Timur.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Bertindak sebagai pembicara  selain Hartono Ahmad Jaiz juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Bandung Doktor Daud  Rasyid, MA (alumni Kairo Mesir).&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Acara ini dipandu oleh  Ustadz Mustofa Aini alumni Universitas Islam Madinah.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Jama’ah yang hadir memenuhi masjid.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Doktor Daud Rasyid mengemukakan, di IAIN betul-betul  terjadi pem-Barat-an. Bukan saja orang-orang jebolan dari Barat tapi juga asli  dari Barat.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Kata Daud yang bermarga Sitorus dari  Batak ini.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tahun 1996 dia masuk IAIN Jakarta (sebagai tenaga  pengajar), karena di program pascasarjana IAIN Jakarta belum ada guru hadits.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Ketika itu Daud Rasyid ditanya Harun Nasution, &lt;b&gt;“Nama saudara  siapa?”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Saya Daud Rasyid.” &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Ya, nama ini tidak asing di kepala saya,”&lt;/b&gt; jawab Harun Nasution.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai 3 tahun berturut-turut Daud Rasyid mengajar di IAIN Ciputat  Jakarta, tetapi begitu Doktor Harun Nasution meninggal, Daud Rasyid pun diusir  dari IAIN Ciputat oleh rektornya yang sekarang (Azyumardi Azra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;“Ketika saya tanyakan, kenapa saya tidak diberi jam  kuliah di program pascasarjana IAIN, semua yang ada di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; diam seribu bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Artinya, keberadaan saya di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; tidak mereka senangi, karena menurut mereka, membuat  pusing. &lt;span class="GramE"&gt;Karena tadinya murni orientasinya Barat,  lalu ada orientasi Timur Tengah, ini jadi membingungkan,” keluh calon doktor di IAIN Ciputat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Pada setiap perkuliahan, Daud Rasyid mematahkan  celotehan-celotehan para calon doktor yang berfikirnya model orientalis dan barat, dan  mereka tak bisa menjawab.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Lalu terjadi kebingungan, yang  mana yang harus diikuti, Barat atau Timur Tengah?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Terakhir, menjelang Pak Harun meninggal, lanjut  Daud, “Saya diminta jadi penguji tetap orang yang akan menjadi doktor.&lt;/span&gt; Materi  ujian komprehensip itu tiga: &lt;b&gt;Al-Qur’an, Hadits, dan Pemikiran Islam&lt;/b&gt;. &lt;span class="GramE"&gt;Rupanya Pemikiran Islam ini mata kuliah wajib, untuk  menanamkan Mu’tazilah kepada mereka.&lt;/span&gt; Kurang lebih setahun saya menjadi  penguji, siapapun yang &lt;span class="GramE"&gt;akan&lt;/span&gt; menjadi doktor harus  berhadapan dengan saya, mata kuliahnya hadits. Nah di situ mereka ada yang sport  jantung, ada yang mengeluarkan keringat dingin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="GramE"&gt;Pak Harun Nasution ketika mengajukan  pertanyaan-pertanyaan tentang Mu’tazilah (kepada mahasiswa calon doktor yang sedang diuji) dia melirik saya,” kenang Daud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demikianlah, tetapi begitu Harun Nasution meninggal, saya sama sekali  tidak diberi jam kuliah untuk mengajar. &lt;span class="GramE"&gt;Katanya, saya  sudah ditugaskan ke IAIN Bandung.&lt;/span&gt; Sekarang di IAIN &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  pun saya menikmati keterusiaran saya. &lt;span class="GramE"&gt;Dalam memberikan kuliah  hadits, saya katakan, di sini kalau ada yang membawa-bawa faham-faham Syi’ah, Mu’tazilah dan lain-lain, silahkan di luar pagar.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Ini kuliah hadits.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tidak menerima Syi’ah,  Mu’tazilah dan lain-lain.&lt;/span&gt; Sampai di Universitas Ibnu Chaldun Bogor di  pascasarjana, ada alumni IAIN Ciputat Jakarta, ternyata dalam makalahnya dia menyusupkan  faham Syi’ah untuk membenci sahabat, asing, aneh, janggal dan bertentangan  dengan hadits dengan cara yang halus sekali, tapi racun.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran di IAIN Prototipe dari  Orientalis Barat&lt;/h4&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Jadi produk-produk IAIN &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, ungkap Daud Rasyid, “pemikirannya terkena percampuran Liberal, Mu’tazilah,  kalau tidak ya Syi’ah, Shufiyah (Tasawuf). &lt;span class="GramE"&gt;Ini semua merupakan  prototype dari orientalis di Barat.&lt;/span&gt; Orientalis di Barat itu sebagaimana  kata Dr Ismail Faruqi, yang dikabarkan mati terbunuh oleh agen-agen Zionis di  Amerika, bahwa studi Islam di Barat itu adalah kumpulan dari pemikiran-pemikiran  sesat; apakah itu yang namanya Syi’ah, Mu’tazilah, Shufiyah (Tasawuf), dan  sejenisnya, di sana bergabung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="GramE"&gt;Tahun lalu saya mengunjungi 7 pusat studi Islam di  Inggeris.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Di antaranya di Brimingham, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Manchester&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Oxford&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Saya lihat langsung, bagaimana Islamic Studies itu, betul apa yang  dinamakan oleh para pendahulu, bahwa Islamic Studies di Barat itu di bawah naungan  apa yang dinamakan grand design (rancangan besar).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span class="GramE"&gt;Seorang Kristen Koptik kuliah di Amerika, lalu  ditugaskan dalam penelitiannya untuk mencari titik-titik kelemaham Al-Qur’an.&lt;/span&gt;  &lt;span class="GramE"&gt;Setelah meneliti, ia justru masuk Islam, tetapi  resikonya harus menghadapi aneka tekanan yang harus diderita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada program Pascasarjana IAIN, lanjut Daud Rasyid, ada dua yang jadi  sumber virus pemikiran di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, yaitu IAIN Jakarta dan IAIN Jogjakarta (kedua-duanya kini  menjadi UIN –Uinversitas Islam Negeri). Jarang sekali seseorang yang sudah masuk  ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; masih terpelihara pemikirannya. &lt;span class="GramE"&gt;Meski  ada, tapi jarang sekali.&lt;/span&gt; Karena orang-orang yang masuk ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (program pascasarjana IAIN), begitu studium general  (kuliah umum), Prof Harun Nasution berbicara: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudara, pemikiran pemahaman anda yang ada di S-1 (doktorandus  atau sarjana agama) itu semuanya harus disingkap hingga lepas. &lt;span class="GramE"&gt;Semua pemahaman Islam yang anda dapatkan di S-1 itu semua harus dilepas.&lt;/span&gt;  &lt;span class="GramE"&gt;Sekarang kita masuk ke mimbar bebas pemikiran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Itu doktrin studium general bagi siapa saja yang  baru memasuki program pasca sarjana IAIN.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Setiap  tahun pidato Harun Nasution itu diulang-ulang terus.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Jadi dia kemukakan adalah, kalau dulu masih ada sisa cinta kepada Al-Qur’an, keberpihakan kepada Hadist, itu harus dibuang.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Karena, di sini (program pasca sarjana IAIN) mengkaji Islam secara akademik,  tidak berpihak kepada keimanan atau keyakinan.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Artinya, tinggalkan  semua akidah dan keimanan, begitu anda masuk kemari, begitulah kira-kira tafsirannya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;“Jadi ini kalau terus dibiarkan, sangat berbahaya.”&lt;/span&gt; Tegas Daud Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa Solusinya?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Ketika ditanya soal solusi, Daud Rasyid mengatakan,  “Menteri Agama yang baru ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; orang dari Gontor, yang masih  koleganya Ust Kholil Ridwan (Pemimpin Pesantren Husnayain di Cibubur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Timur, penyelenggara bedah buku Ada  Pemurtadan di IAIN).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Perlu ada  usul kepada Menteri Agama, masalah kurikulum IAIN, mesti ditinjau ulang,” saran  Daud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;“Kedua, soal pascasarjana.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Pascasarjana ini penting, karena merupakan think tank-nya umat Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Maka perlu diusulkan kepada Menteri Agama, orang yang  menjadi direktur pasca sarjana itu hendaknya lulusan Timur Tengah yang  pikirannya benar-benar lurus.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Sekarang ini direktur  pascasarjana UIN Jakarta itu Qomaruddin Hidayat, Rektornya Azyumardi Azra, ya  kloplah,” jelas Daud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menteri Agama sekarang ini keluaran Timur Tengah, mantan Dubes di Arab  Saudi, artinya bau-bau Ka’bah itu masih melekatlah &lt;span class="GramE"&gt;sama&lt;/span&gt;  dia. Jadi keberpihakannya itu masih diharapkan kepada pemikiran Islam yang  shahih,” tandas Daud dengan nada harap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Kasus Nasr Hamid Abu Zayd&lt;/h4&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Daud Rasyid juga menggugat didatangkannya Dr Nasr Hamid Abu Zayd, tokoh pengusung  hermeneutika (metode tafsir bible) ke UIN Jakarta, padahal telah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;“Dr Nasr Hamid Abu Zayd buru-buru kabur dari Mesir,”  kata Dr Daud Rasyid, “karena Faraq Fauda yang belum divonis murtad oleh  pengadilan saja sudah jadi bangkai dibunuh orang.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Lha Nasr  Hamid Abu Zayd yang sudah divonis Murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996 maka  tinggal menunggu hari.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Dengan demikian dia buru-buru  kabur dari Mesir, lari ke Belanda.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Lalu dia  diangkat jadi guru besar di Leiden Belanda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/span&gt;Sebelumnya, tim yang meneliti karya-karya Nasr Hamid Abu Zayd  dipimpin oleh Prof Abdus Shobur Shahin telah menemukan bukti-bukti kemurtadan, di antaranya Al-Qur’an diaggap sebagai muntaj tsaqofi, produk budaya. &lt;span class="GramE"&gt;Tim ini tidak meloloskan Nasr Hamid untuk meraih gelar  professor, karena hasil karya tulisnya justru menghina dan menyalahi Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tidak lolosnya karya ilmiyah sebenarnya hal biasa, namun  oleh kelompok sekuler, hal itu dibesar-besarkan, hingga menjadi berita dunia,  sampai hebohnya bergaung hingga di Eropa,” kata Daud Rasyid.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;“Lalu Nasr Hamid akhirnya dijadikan guru besar di Leiden Belanda.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Pemurtadan secara sistematis&lt;/h4&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Hartono Ahmad Jaiz penulis buku “Ada Pemurtadan di IAIN” mengemukakan, pemurtadan di IAIN sudah merata bahkan seluruh perguruan  tinggi Islam, sampai yang swasta bahkan Fakultas Agama Islam di perguruan  tinggi umum sudah terkena pula, yaitu terkena virus pemurtadan. &lt;span class="GramE"&gt;Karena kurikulumnya,  sistem pengajaran, dan dosen-dosennya mengusung pemikiran yang merusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menurut Hartono, yang dirusak yaitu:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1. Aqidah Islam, dari tauhid, mengesakan Allah, digeser ke      kepercayaan pluralisme agama (menyamakan semua agama). Ini sangat      menyelewengkan Islam, baik secara keyakinan maupun keilmuan. Jadi  dari      penegakan Tauhid justru dialihkan ke pemasaran kemusyrikan,  penyaman semua      agama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2. Pemahaman Islam dirusak secara sistematis. Tidak  merujuk      kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan metode yang benar, tetapi  merujuk      metode Barat yang diprogram untuk mencela Islam dan merusak  pemahaman      Islam. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3. Penggeseran pembelajaran Islam, dari Al-Qur’an dan  As-Sunnah      serta aqidah Islamiyah (Tauhid) ke Sejarah Pemikiran Islam (SPI)  dan      Sejarah Peradaban/ Kebudayaan Islam (SKI). Bahkan SPI dan SKI itu      dijadikan matakuliah dasar umum (MKDU) untuk semua fakultas dan  jurusan di      seluruh perguruan tinggi Islam, bahkan sampai ke Fakultas Agama  Islam di      Perguruan Tinggi Umum. Dari situlah (dari dua mata kuliah dasar  umum) yang      diwajibkan kepada seluruh mahasiswa dan waktu semesternya      bersambung-sambung itulah perusakan pemikiran dan pemahaman Islam      dilancarkan secara sistematis oleh dosen-dosen yang sudah dirancang  untuk      mengusung faham model kafir Barat yang pada intinya adalah anti  agama,      dengan menghancurkan agama pakai faham pluralisme agama, menyamakan  semua      agama. Di antara alat untuk menghancurkan agama yaitu &lt;span class="GramE"&gt;apa&lt;/span&gt;      yang mereka sebut metode hermeneutic yaitu metode tafsir bible,  yang telah      mampu merusak agama Yahudi dan Kristen. Kini metode hermeneutika  itu telah      diajarkan di IAIN (UIN) &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Jogjakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4. Penggeseran pembelajaran Islam dari ahlinya, yaitu para      ulama dan perguruan Islam di Timur Tengah dialihkan ke belajar  Islam      kepada orang kafir Yahudi, Nasrani ataupun kepada orang-orang yang  mengaku      Islam tetapi sekular dan berfaham aneh-aneh alias nyeleneh di      perguruan-perguruan tinggi di Barat. Padahal para pendiri studi  Islam di      Barat sudah dikenal kebanyakan adalah para orientalis yang  tujuannya:      penjajahan, kristenisasi, dan pembaratan (kolonialisasi,  kristenisasi dan      westernisasi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;5. Pembelajaran Islam yang sebenarnya untuk membentuk  generasi      Islam yang faham Islam, dialihkan menjadi sarang-sarang dan pabrik      pembaratan, perusakan Islam secara sitematis, menggantikan  pabrik-pabrik      perusakan Islam di Barat. Jadi perusakan Islam di Indonesia sudah  ada      pabriknya-pabriknya, yaitu IAIN-IAIN atau perguruan tinggi Islam se  &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; untuk meliberalkan dan mempluralismekan agama umat Islam  alias      memusyrikkan. Sedang para pengasongnya atau pengetengnya adalah JIL      (Jaringan Islam Liberal) pimpinan Ulil Abshar Abdalla dan 44  lembaga      lainnya yang mengusung faham liberal dan pluralisme agama yang  merusak      Islam. Dana untuk perusakan Islam itu didapat dari lembaga-lembaga  swasta      kafir dan negara. Di antaranya satu lembaga kafir swasta saja  membiayai 44      lembaga, dan untuk satu lembaga seperti JIL saja mendapatkan Rp1,4  miliar      per tahun dari The Asia Foundation, lembaga kafir swasta yang  berpusat di      Amerika. Ulil Abshar Abdalla mengaku kepada Majalah Hidayatullah  Desember      2004 bahwa dana Rp1,4 miliar yang dia terima per tahun dari The  Asia      Foundation itu kecil dibanding yang diterima oleh lembaga-lembaga  lainnya      (dari 44 lembaga di antaranya lembaga-lembaga di lingkungan NU,      Muhammadiyah, IAIN, UIN, perguruan tinggi Islam swasta dan  lain-lain).      Satu lembaga swasta kafir saja sudah bisa membiayai 44 lembaga  berfaham      liberal yang memecundangi Islam. Padahal di Indonesia ini ada 48  lembaga      swasta internasional. Dari 48 lembaga swasta internasional itu yang      merupakan lembaga kafir sebanyak 47, sedang yang Islam hanya satu,  namun      yang satu itu pun yaitu Al-Haramain Foundation sudah dibredel oleh      Amerika. Jadi yang 47 lembaga swasta kafir dibiarkan hidup.  Bayangkan,      satu lembaga kafir saja mampu membiayai 44 lembaga perusak Islam.      Sedangkan satu-satunya lembaga Islam dibredel paksa. Inilah &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; di bawah penjajahan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;6.  Di dunia ini ada kekuatan yang menghancurkan Islam dengan      dua &lt;span class="GramE"&gt;cara&lt;/span&gt;. Pertama dengan &lt;span class="GramE"&gt;cara&lt;/span&gt;      membunuhi secara fisik, misalnya yang terjadi &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;di Irak&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Afghanistan&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Palestina&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Thailand&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; dan sebagainya. Kedua, pembunuhan keimanan seperti yang      dilakukan di Indonesia yaitu mencabuti keimanan, dari tauhid ke  pluralisme      agama alias kemusyrikan, lewat pendidikan terutama di IAIN (UIN)  dan      lain-lain, di antaranya di 44 lembaga yang dibiayai swasta kafir.  Semuanya      itu dengan &lt;span class="GramE"&gt;dana&lt;/span&gt; sangat besar. Dan bahkan  sudah      merambah ke pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah untuk diubah      kurikulumnya dengan didanai Amerika sebesar 157 juta dolar (oleh  lembaga      resmi milik negara, belum lagi yang swasta). Sedangkan untuk  perusakan      kurikulum pendidikan Islam di dunia Islam maka didanai Amerika satu  miliar      dolar per tahun. Jadi umat Islam ini dibunuhi fisiknya, dan  dibunuhi      keimanannya. Pembunuhan keimanan ini lebih dahsyat dibanding  pembunuhan      fisik. Karena kalau hanya pembunuhan fisik, maka ketika umat Islam  dibunuh      sedang iman di dadanya masih utuh, insya Allah masuk surga. Tetapi      pembunuhan keimanan dengan melalui pendidikan yang pada dasarnya  mencabuti      keimanan, maka walaupun fisiknya masih hidup namun imannya mati,  lalu      ketika fisiknya mati maka masuk neraka. Itulah yang di dalam  Al-Qur’an      dinyatakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS  Al-Baqarah:      191). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan bahkan penggeseran keimanan itu lebih dahsyat dibanding      pembunuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan kenyataan yang sangat membahayakan bagi umat Islam ini maka  tidak ada jalan &lt;span class="GramE"&gt;lain&lt;/span&gt; kecuali membela agama Islam, dan  berupaya menyingkirkan segala gangguan yang sistematis dan dibiayai besar-besaran  itu. &lt;span class="GramE"&gt;Apabila ini dibiarkan maka keadaan akan  semakin rusak dan sangat membahayakan.”&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Demikian tegas Hartono.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;Di Berbagai IAIN&lt;/h4&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Buku “Ada Pemurtadan di IAIN” yang terbit pertengahan Maret 2005 ini  telah dibedah di berbagai IAIN dan tempat-tempat umum di berbagai &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;. Pertama kali dibedah di acara pameran Buku Islam  (Islamic Book Fair) di Senayan Jakarta, 27 Maret 2005 dengan pembedahnya penulis buku, Hartono Ahmad Jaiz, dan pembandingnya Dr Roem Rowi alumni Al-Azhar  Mesir, dosen Tafsir di Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian di UIN  Jakarta pembedahnya dua dari pihak pro buku yaitu Hartono Ahmad Jaiz dan  Muhammad At-Tamimi melawan dua orang pro IAIN: Abdul Muqsoth Ghozali alumni IAIN  Jakarta dan sekaligus jadi dosen di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, dan Ulil Abshar Abdalla kordinator JIL. Debat pun terjadi, dihadiri 1000-an  orang. Laporan tentang debat di UIN Jakarta itu bisa dilihat di dalam “Melawan  ‘Setan JIL’ di Sarangnya”. Juga bisa dilihat pada VCD berjudul “Debat Terbuka  Buku Ada Pemurtadan di IAIN”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di IAIN Serang Banten, buku ini dibedah penulis bersama Dr Utang R,  dosen/dekan Fak. Ushuluddin di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; dan anggota MUI Pusat. &lt;span class="GramE"&gt;Sedangkan seorang dosen yang  konon berfaham liberal tidak hadir.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Di IAIN Serang  Banten ini Dr Utang menjamin bahwa di sini tidak ada pemurtadan.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Namun jaminan itu dibantah oleh seorang mahasiswi, bahwa  di sini ada dosen-dosen, di antaranya kalau mengajar filsafat mengatakan, agar  mata kuliah filsafat bisa masuk ke pikiran mahasiwa maka hendaknya dilepaskan  dulu keimanannya.&lt;/span&gt; Sementara itu dalam mata kuliah Sejarah Peradaban  Islam, dosennya mempersilakan untuk mengecam-ngecam para sahabat Nabi saw.  Padahal, kata mahasiswi itu, apalah artinya kita bila dibanding kebaikan para  sahabat Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Ketidak hadiran pembicara dari IAIN yang dikenal  berfaham liberl sering terjadi.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Di IAIN Lampung,  panitia yang sudah serius berupaya untuk menghadirkan dosen IAIN yang diketahui  liberal, sampai hari “h” upaya itu tidak terlaksana.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Bahkan  untuk jadi moderator pun ketika wakil Rektor mengharapkan diambil dari kalangan  dosen yang berpaham liberal, tidak ada yang tampil.&lt;/span&gt; Maka pembahasan buku  dilakukan tiga orang: Hartono Ahmad Jaiz, Ust Madrus da’i dari RRI Lampung, dan  seorang ustadz dari Dewan Dakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Lain lagi di Universitas Brawijaya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Malang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Panitia khabarnya telah mendapatkan info kesanggupan  Rektor UIN Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, tahu-tahu menjelang hari “h” beliau membatalkannya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Lalu panitia mendapatkan  ganti Dr Mujab alumni &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Aligarh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, ketua jurusan Bahasa Arab  Pascasarjana UIN Malang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Justru dosen yang bukan alumni  IAIN ini mengemukakan, betapa keroposnya sistem pendidikan di IAIN yang  penyerahan mata kuliah saja belum tentu kepada ahlinya, tetapi diberikan kepada dosen  yang tidak ahli hanya karena &lt;span class="GramE"&gt;ia&lt;/span&gt; bertitel doktor. &lt;span class="GramE"&gt;Padahal orang luar banyak yang lebih ahli, hanya saja  karena tak bergelar doktor maka tidak boleh mengajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di IAIN Semarang, Hartono Ahmad Jaiz berhadapan dengan Dr Abu Hafsin  dosen IAIN di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;, alumni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; dan Los Angles Amerika. Alumni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  itu disindir Hartono: “Dulu para ulama berseminar fiqih tingkat  internasional di Brunei Darussalam, lalu mereka mau pulang, ada kapal terbang yang  transit di Bangkok. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; ulama itu tidak mau menggunakan pesawat yang transit di  Bangkok, karena &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; daerah hitam (pelacuran). &lt;span class="GramE"&gt;Lha ini  belajar Islam kok ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Juga  Nabi saw wanti-wanti, laa tas’aluu ahlal kitaab ‘&lt;span class="GramE"&gt;an&lt;/span&gt;  syai’. &lt;span class="GramE"&gt;(Jangan kamu bertanya kepada ahli kitab/  Yahudi dan Nasrani tentang sesuatu (lihat Kitab Shahih Al-Bukhori dan Syarahnya, Fathul Bari)  tetapi ini kok belajar Islam ke Barat ke orang kafir.&lt;/span&gt; Ini mengikuti Nabi saw  atau ikut orientalis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan di IAIN Semarang (8 Juni 2005) itu cukup seru, sedang Dr Abu  Hafsin asal Kuningan Jabar dan alumni Pesantren Buntet Cirebon ini mendapat  sorotan dari dua pembicara lagi yaitu Ridwan Saidi dari Jakarta dan seorang  alumni IKIP Jogjakarta yang menulis buku membongkar pemikiran JIL (Jaringan Islam  Liberal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Di IAIN Bandung, Hartono dan Daud Rasyid bersamaan  pula dalam mengungkap nyelewengnya pemikiran liberal yang disusupkan secara  sistematis di IAIN.&lt;/span&gt; Anehnya, di kampus yang pernah ada kasus ajakan dzikir  dengan lafal Anjing hu Akbar dan spanduk berbunyi selamat datang di areal bebas  Tuhan ini ketika Hartono dan Daud Rasyid berbicara sampai mempersoalkan dekan Fakultas Ushuluddin, Abdul Razak, yang membela ungkapan-ungkapan  menghina Islam tersebut lewat TV7, ternyata tidak ada seorang pun –baik mahasiswa  maupun dosen yang hadir– yang berkutik untuk menyanggah dua orang dari Jakarta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Islamic Center Tanjung Priok Jakarta, buku “Ada Pemurtadan di IAIN”  dibedah oleh penulis dan Dr Ahmad Satori alumni Al-Azhar Mesir yang juga dosen  UIN Jakarta. Dalam acara yang diprakarsai pemuda Al-Irsyad itu, Dr Ahmad  Satori mengatakan, pemikiran aneh dari Hasan Hanafi (kiri Islam –al-yasar  al-Islamy) dan Nasr Hamid Abu Zayd (Al-Qur’an itu produk budaya –muntaj tsqofi) itu  di Mesir sendiri tidak laku. &lt;span class="GramE"&gt;Karena orang Mesir tahu  Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tetapi di sini di IAIN di Indonesia justru laku,  karena tidak tahu Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Ungkapan Dr Satori itu apakah menyindir sesama  rekannya yang jadi dosen di IAIN atau bagaimana, wallahu a’lam.&lt;/span&gt; Tetapi ketika  di IAIN Bandung, Hartono mengatakan, bagaimana di IAIN ini mau memahami Islam  dengan baik, orang dosennya yang membela dzikir dengan lafal Anjing hu Akbar  itu sendiri menurut mahasiswanya, kalau jadi imam sholat, bacaannya tidak  fasih. Demikian pula ketika di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Semarang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;: Bagaimana mereka itu dikirim belajar Islam ke Barat? &lt;span class="GramE"&gt;Sedang yang mengaku telah belajar Islam ke ulama di  pesantren 11 tahun seperti Pak Abu Hafsin ini saja pemahamannya tentang Islam seperti  itu?&lt;/span&gt; (Yaitu hanya menirukan Munawir Sjadzali –mendiang, menteri agama  1983-1993, yang menuduh Umar bin Khothob ra sebagai orang yang sangat liberal dan menyelisihi nash/teks Al-Qur’an yang sudah jelas maknanya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Demikianlah bahaya yang sedang dilandakan kepada  umat secara sistematis dan dibiayai besar-besaran oleh pihak-pihak kafirin untuk  merusak dan menghancurkan Islam dan umatnya.&lt;/span&gt; Kaki tangan kaum kuffar itu  mengaku sebagai Muslim, bahkan seperti Dr Abu Hafsin dosen di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Semarang&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  berani mengemukakan bahwa Nasr Hamid Abu Zayd pun hatinya ikhlas untuk  mengembangkan Islam. Itulah &lt;span class="GramE"&gt;cara&lt;/span&gt; berfikir dan berbicara  orang liberal di IAIN. &lt;span class="GramE"&gt;Kok tahu-tahunya isi hati orang,  hingga orang yang telah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir dan para  ulama, masih bisa diklaim keikhlasan hatinya untuk Islam.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Sedang Ibnu  Hajar Wakil Rektor I di IAIN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Semarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="GramE"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; mengemukakan, hadis sesoheh apapun  tetap relatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Karena Imam Bukhori pun  tidak bisa membuktikan bahwa yang diriwayatkan itu benar-benar yang diucapkan Nabi saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="GramE"&gt;Anehnya, kata Hartono Ahmad Jaiz, orang model ini,  kalau ada kutipan bahwa Socrates bilang begini begitu, Plato bilang begini begitu,  malah ucapannya ditelan saja.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Padahal, apakah  Socrates, Plato itu ada?&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Padahal kalau kita tidak  percaya adanya Socrates dan Plato, apalagi perkataannya, kita tidak dosa.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Namun mereka justru langsung percaya.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Ini aneh.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Socrates dan Plato dipercaya, padahal  tidak jelas siapa sanadnya, siapa rowinya?&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Tidak  jelas.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Sedangkan hadits, sangat jelas sanad dan rowinya.&lt;/span&gt;  &lt;span class="GramE"&gt;Kalau memang shohih, itu sanad dan rowinya sangat  jelas, bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan.&lt;/span&gt; Tetapi dasar &lt;span class="GramE"&gt;cara&lt;/span&gt; berfikir di IAIN telah&lt;br /&gt;ngawur, maka dosen-dosennya banyak yang berfikir terbalik. &lt;span class="GramE"&gt;Filsafat yang tidak ada landasannya, tidak ada sanad dan rowinya justru diusung  dan dipuja.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;Sebaliknya, Al-Qur’an diragukan,  hadits sesohih apapun direlatifkan.&lt;/span&gt; &lt;span class="GramE"&gt;“Inilah  sebenar-benarnya pemurtadan!”&lt;/span&gt; Tandas Hartono Ahmad Jaiz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-1233108796475092052?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/1233108796475092052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/back-to-holly-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/1233108796475092052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/1233108796475092052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/back-to-holly-quran.html' title='back to holly qur&apos;an'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-3481165204597240905</id><published>2010-08-16T08:17:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T08:17:52.588-07:00</updated><title type='text'>song memories all the time...</title><content type='html'>&amp;nbsp;i love u,,u know that i'll do..what can i do,,to find the truth..i love u..forever and ever..will be together,,and i'll doing right just 4 u,,,please be with me,,my life so deep,what can i do,,to be with u...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-3481165204597240905?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/3481165204597240905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/song-memories-all-time.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/3481165204597240905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/3481165204597240905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/song-memories-all-time.html' title='song memories all the time...'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-7308434642948178941</id><published>2010-08-14T11:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-14T11:20:49.974-07:00</updated><title type='text'>Self Controll</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk  mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku  dan mengatakan pada anak itu, untuk memakukan sebuah paku di pagar  belakang setiap kali dia marah …&lt;br /&gt;Hari pertama anak itu telah  memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap  jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan  amarahnya daripada memakukan paku ke pagar tersebut.&lt;br /&gt;Akhirnya,  tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan  amarahnya, dan tidak cepat kehilangan kesabarannya…. Dia memberitahukan  hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu  paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah….&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu  dan anak laki-laki itu pun, akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua  paku telah tercabut olehnya. Kemudian, sang ayah menuntun anaknya ke  pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi… lihatlah  lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama  seperti sebelumnya… “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan…  Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … dihati orang lain”….&lt;br /&gt;Kamu  dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu kembali…  Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap  ada … DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik &lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;Sumber  artikel, dari buku:&lt;br /&gt;Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening  Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal.  120 - 121. ISBN 978-6028-686-402.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-7308434642948178941?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/7308434642948178941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/self-controll.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7308434642948178941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7308434642948178941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/self-controll.html' title='Self Controll'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-5583462811078707762</id><published>2010-08-13T14:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T14:29:34.151-07:00</updated><title type='text'>good attittude...4 life excelleentt...</title><content type='html'>ada 3 ahlak yang harus kita tumbuhkembangkan dalam kehidupan keseharian kita demi pencapaian hidup yang maksimal dan penuh dengan keridloan dari yang diatas..1..ahlak terhadap diri sendiri,harus kita sadari betul bagaiman kita harus memposisikan diri kita agar memiliki ahlak yang baik yang sejalan dengan tujuan hidup yang positif,,ahlak adalah perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan sesama mahluk Tuhan lainnya,tentunya yang dijunjung tinggi adalah sikap,perilaku yang baik yang sejalan dengan keinginan Tuhan,,,,2.ahlak tehadap ke2 orangtua..kita tidak akan pernah ada tanpa kehadiran mereka,,kita harus bprilaku baik terhadap mereka,,ibu kita mengandung selama 9bulan,dia tdk pernah mengeluh sedikitpun,bagaimanapun kita harus memposisikan seorang ibu diatas segala-galanya dalam kehidupan kita,dengan tanpa merendahkan keberadaan seorang ayah,,3..ahlak tehadap lingkungan,,karena kita hidup ditengah lingkungan yang harus kita jaga,kita bina bersama,kebersihan haus kita jaga,simpel memang tapi keberadaannya sangat penting dalam hidup,,dengan tetangga kita hidup rukun,saling menghormati,saling menghargai diantara sesama,lingkungan,masyarakat,,ahlak terhadap pasangan hidup kita,,tujuannya adalah ketenangan dalam berumahtangga,suami tahu hak dan kewajiban sebagaimana halnya istri terhadap suami,jagalah keutuhan rumahtangga dengan menanamkan ketenangan,sehingga lahir dan tumbuh mawadah(rasa cinta) yang kemudian tumbuh arrohma(kasih sayang)...figur yang harus kita teladani adalah ahlak nabi kita,rosullulloh saw yang memiliki ahlak yang kumplit dan cukup bagi kita dijadikan panutan dalam keseharian kita..tujuan dari semua ini cuma satu adalah pencapaian surga..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-5583462811078707762?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/5583462811078707762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/good-attittude4-life-excelleentt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/5583462811078707762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/5583462811078707762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/good-attittude4-life-excelleentt.html' title='good attittude...4 life excelleentt...'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-4231574401146637623</id><published>2010-08-13T07:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T07:59:35.450-07:00</updated><title type='text'>4 the BeSt.....</title><content type='html'>Ada empat hal yang harus kita yakini dan tumbuh kembangkan dalam real life..untuk memudahkan supaya kita tetap fokus pada tujuan dan cita-cita dalam mengarungi kehidupan ini..diantaranya:&amp;nbsp; 1..BRAIN (OTAK MANUSIA),,kita selaku manusia sudah sepantasnya bersyukur,bagaimana tidak,,manusia diberikan akal,kemampuan berfikir yang sangat komplit..manusia diberi kemampuan berfikir lebih komplit dibanding dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya,,kita tinggal mengembangkan wawasan pemikiran,mengarahkan fikiran-fikiran kita ke arah yang positif yang bisa membawa kita pada kehidupan yang lebihbaik,sehingga kita memiliki akal sehat,,yang cerdas dan bermartabat,demi pencapaian hidup yang maksimal dikemudian hari,,salah satu upaya untuk menambah wawasan berfikir kita adalah dengan membaca,karena bagaimanapun membaca adalah kunci untuk menambah wawasan pemikiran umat manusia..use your mind 4 betterlife future.. 2...BEHAVIOUR (Perilaku,etika),,etika adalah hal penting yang harus ditumbuhkembangkan dalam setiap pribadi manusia,,karena bagaimanapun,kita adalah mahluk sosial,yang nyata memerlukan interaksi dengan sesamanya,,untuk itu harus kita pelajari prilaku seperti apa jika kita harus berhadapan dengan oranglain,,apakah etika yang seharusnya kita kedepankan dalam berinteraksi dengan sesama manusia,,etika biasa kita kenal dengan adat,kesopanan,tingkah laku yang harus kita pelajari dan pahami betul bagaimana harus bersikap,,karena kita dituntut untuk selaras dengan sesama manusia,,dalam arti kata,,tingkahlaku,sopan santun harus kita junjung tinggi,,demi terciptanya hidup yang selaras,serasi dan seimbang diantara sesama manusia di muka bumi ini...good behaviour is the key 4 btter life future..3..Beauty..(inner beauty),,penampilan memang menjadi hal utama dalam hidup di jaman metropolitan seperti sekarang ini,,tapi janganlah kita terlena dengan ketampanan,kecantikan dan kemewahan hidup,,ada hal yang lebih penting diatas semua itu,yakni innerbeauty,,knapa ini menjadi penting,,kejujuran,keikhlasan,kebahagiaan,keceriaan,sifat bijaksana,sifat mengasihi,menyantuni,itu semuanya timbul dari dalam hati,dari lubuk hati yang terdalam,,bukan dari penampilan luar dari omongan,tapi dari dalam,dari hati nurani kita yang terdalam,,it's comes from the inside,,karena setiap yang datangnya dari dalam hati,dari dalam jiwa,dari sanubari,dari hati nurani,,tingkat kebenarannya 99persen berasal dari kebenaran yang hakiki,,inner beauty adalah modal untuk kita untuk menuju hidup better and much betterlife future..4..Brave (keberanian)..keberanian menjadi salah satu kunci untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik,,karena dalam menghadapi kehidupan jaman sekarang,kita dituntut agar berani menghadapi tantangan hidup,kita dituntut berani dalam berbagai aspek aspek kehidupan..klo kita belajar untuk menumbuhkan keberanian,,insyaalloh kita tidak akan menjadi loosseer,,tapi kita akan menjadi motivator,,leader,,innovator,,jadi tumbuhkanlah keberanian dalam hidup,,agar kita tidak terlambat menghadapi kemajuan jaman,,,be brave 4 success life future...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-4231574401146637623?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/4231574401146637623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/4-best.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/4231574401146637623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/4231574401146637623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/4-best.html' title='4 the BeSt.....'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-12095072092823840</id><published>2010-08-12T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T07:14:17.932-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>cerita hidup memang tiada akhir..kesulitan hidup,kebahagiaan,kesenangan,kesedihan,dan kenyataan selalu berkata lain,,cerita cintapun begitu adanya,,kebencian,kasih sayang,berbeda paham,beda keinginan,ketulusan,kehangatan,egois,ketidakpercayaan,memang selalu menjadi pelengkap warna warni cinta yang menyelimuti kisah hidup manusia..seiring perkembangan jaman.manusia dituntut untuk berfikir,untuk lebih berupaya dan berjuang keras melewati tahapan kehidupan yang memang sudah sangat begitu kompleks,begitu rumit dengan keadaan seperti sekarang ini..jaman telah berubah,,kisah hidup begitu sangat berubah drastis,,sementara waktu terus berjalan,semakin cepat,,adakalanya kita terlambat menghadapi semua ini..tapi jangan khawatir,,there always a hope,,ada 4 langkah yang menjadi sandaran kita untuk terus bisa menghadapi tantangan kehidupan yang sudah sangat begitu kompleks..&lt;br /&gt;1.keyakinan pada yang maha pencipta,,klo kita yakin,,klo kita percaya sama yang diatas,,insya alloh sesulit apapun kenyataan hidup yang kita alami,,akan terasa ringan dan tidak merasa terbebani,,krna kita yakin smua ini adalah ujian yang harus dihadapi kita agar kita semakin kuat,semakin semangat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup kedepan.. 2.belajar menghargai orang..dengan perubahan jaman seperti sekarang,dimana orang sudah memiliki sifat individualistis,,sangat jarang kita melihat orang-orang mengedepankan kepentingan umum,,inilah hal kecil yang begitu sangat penting,,krena klo kita bisa menghargai orang,,artinya kita tidak akan merasa malu,takut,untuk bersikap,berinteraksi dengan sesama,dengan kita tidak menganggap remeh orang,,berarti kita adalah orang-orang yang memiliki semangat untuk terus maju,untuk terus berupaya mengembangkan kepribadian kita agar lebih baik dan berguna bagi oranglain..3. be a leader not a follower,,tantangan hidup yang sudah sangat kompleks ini,,sudah selayaknya kita berfikir keras,,menemukan sesuatu hal yang baru,,yang jarang orang lain lakukan pada umumnya,,inilah yang akan menjadikan kita ordinary people yang kelak akan bisa merubah tatanan kehidupan ini ke arah yang lebihbaik lagi..4.simple life 4 better future..kesederhanaan hidup,,kesederhanaan sikap dan tingkahlaku,,kesederhanaan dalam segala hal,,apabila kita menerapkan pola hidup seperti ini,,kita tidak akan mudah tergerus jaman,kita tidak akan goyah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,,dan yakinlah jika kita mampu melakukan,menerapkan poin-poin di atas,,kita termasuk orang yang beruntung,,kita akan menjadi ordinary people yang mampu merubah tatanan kehidupan ke arah yang lebih baik,,krena kita hidup tiada lain tiada bukan,selain tugas kita untuk beribadah kepada yang maha pencipta,,kita juga dituntut untuk menjadi orang-orang yang berguna,bermanfaat buat orang-orang disekitar kita,di keluarga,lingkungan,masyarakat,nusa dan bangsa indonesia jaya..MERDEKA...be the best 4 your better life future...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-12095072092823840?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/12095072092823840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/cerita-hidup-memang-tiada-akhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/12095072092823840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/12095072092823840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/cerita-hidup-memang-tiada-akhir.html' title=''/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-7845730447224630848</id><published>2010-08-11T15:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T15:03:21.957-07:00</updated><title type='text'>spirit a lifetime's</title><content type='html'>klo seseorang ditanya mengenai tujuan,cita-cita,dan harapan-harapan kedepan,,mungkin sejenak kita bingung untuk menjawabnya,,kecuali ketika kita masih kecil,ketika ditanya hal semacam itu,,kita pasti langsung menjawab,aku ingin jadi polisi,aku ingin jadi guru,aku ingin jadi presiden dan lain-lain. klo kita beranjak dewasa,,jawaban-jawaban itu seakan-akan hilang sejenak,seperti orang kebingungan,,hal ini umum terjadi pada semua orang,termasuk aku sendiri.hal ini menurut pendapat saya,mungkin saja terjadi karena ketidakyakinan kita,ketidak percayaan diri kita untuk menatap kehidupan ini,salah satunya menurut saya seperti itu. coba klo kita sedari kecil,,niat,tujuan kita,kita tanamkan betul-betul,dan kita arahkan tujuan hidup kita,,pastinya akan terwujud..&lt;br /&gt;banyak faktor yang bisa menjadi terputusnya link antara tujuan hidup waktu kecil dengan keadaan yang sekarang mungkin kita alami,,bagus saja klo tujuan hidup kita yang sekarang dialami ternyata lebih layak tingkat kehidupannya dibanding dengan tujuan waktu kecil.faktor pertama dan yang paling penting adalah karena kurang perhatiannya orangtua terhadap kita sehingga kita tidak dibimbing dengan baik,tidak diarahkan dengan baik dan inilah pelajaran bagi kita suatu saat nanti jika kita menjadi orangtua.kedua adalah keyakinan dalam beragama,,hal ini menjadi penting,oleh karena agama mengajarkan keteguhan tekad,keimana yang kuat jika kita berjalan seiring dengan keagamaan,,insyaalloh semua tujuan hidup akan mudah terlaksana.ketiga adalah pola hidup kita, mengapa hal ini menjadi faktor penting juga,karena klo kebiasaan hidup kita sederhana,tidak boros penuh dengan keprihatinan,penuh dengan perhitungan,dalam arti bukan mengajarkan sifat tidak suka berbagi dengan oranglain,sederhana tapi bisa berbagi kebahagiaan dengan oranglain,ini menjadi salahsatu faktor yang akan membawa kita kepada tujuan hidup kita.keempat adalah pertemanan,ini juga salah satu faktor penting dalam hidup,karena kita hidup,kita memiliki tujuan hidup,kita tidak bisa berjalan sendiri,kita butuh oranglain untuk memuluskan jalan kita,teman adalah salah satu kunci sukses hidup kita,semakin banyak pertemanan,insyaalloh tujuan hidup kita akan lebih cepat dari yang kita harapkan.kelima adalah diri kita sendiri,karena yang menentukan hidup,yang menentukan mau dibawa kemana tujuan hidup ini adalah diri kita sendiri,oranglain hanya bisa sekedar memberi pendapat,memberi saran,memberi pencerahan,tapi yang menentukan adalah diri kita sendiri..dream it's only just a dream if you are not do somebetter movement 4 your own good,timeis running out,,do something 4 your better life future,,and keep dreaming...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-7845730447224630848?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/7845730447224630848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/spirit-lifetimes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7845730447224630848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7845730447224630848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/spirit-lifetimes.html' title='spirit a lifetime&apos;s'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-7865177078487921454</id><published>2010-08-08T09:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T09:42:25.616-07:00</updated><title type='text'>sebuah keyakinan</title><content type='html'>hidup diddunia ini cuma sekali,matipun cuma skali,,tanpa terasa waktu perlahan lahan semakin berlalu,aaku sungguh kecewa,,aku sungguh kesal,dan aku sangat menyesali smua hal negatif yg telah aku lakukan selama hidup ini,,ntah seribu,sepuluh ribu,seratus,,bahkan pasti berjuta-juta dosa dan kesalahan telah aku perbuat di masa hidupku,,aku telah lalai,aku telah khianati diriku dengan semua kelakuanku ini,menyesal memang tiada guna,,menyesali diri memang tiada akhir,menghakimi orglain,mengkritik org,menghujat org,menyakiti orglain,mendustai orglain,menghardik org,meremehkan org sudah menjadi kebiasaan hidup aku selama ini,,sungguh begitu banyak dosa yg telah aku perbuat,,,astagfirullahhal'adziim,,,sungguh hina diriku ini dimata engkau ya ALLOH ya TUHANku,tak pantas diriku menyebut namamu,,jika selama ini smua kelakuanku pada mahluk ciptaanMU sungguh biadab bagiku,,tak pantas rasanya aku disebut hambaMU yg soleh,,,tiada satupun kebaikan yg telah aku perbuat untuk mencapai keridhoanmu,,aku sunnguh menyesali sgalanya,,aku tidak patut berada di dunia ini,menikmati sgala kemewahan,sgala kenikmatan,sgala kesenangan hidup yg telah ENGKAU berikan cuma cuma untukku,,Astagfirrullohal'adziim..maafkanlah Hambamu ini ya ALLOH ya TUHANku,,,maffkanlah semua dosa dan kesalahan2ku selama ini,,aku hanyalah mahluk ciptaanMU yg tidak berguna,,,Tapi aku tau meskipun dosaku ini sungguh sangat besar bagiMU,,aku tau ENGKAU MAHA PEMURAH,ENGKAU MAHA PEMAAF pada smua mahluk ciptaanMU,,berikanlah kesempatan untuku memperbaiki ini smua,,meskipun waktu munbgkin tidak akan cukup bagiku untuk memperbaiki ini smua,,,sebuah keyakinan telah kutanamkan di dalam hati,jiwa dan raga,,dan sebuah pengharapan untuk kehidupan yg lebihbaik,,dan sebuah keimanan yg terus dan akan selamanya kuperjuangkan,,dan sebuah kehausan akan keinginan keingina untuk lebih mendekatkan diri kepadaMU,,ya TUHANku berilah aku kekuatan,kesabaran,keteguhan dan keyakinan untuk berjuang melawan smua kegelapan yg selama ini menyelimuti diriku,,berikanlah kesempatan untukku bisa menikmati jamuanMU selama satu bulan kedepan.jamuanMU yg telah lama kunantikan,,ramadhan ini akan sangat berarti bagiku,,mdh2an ENGKAU ya Tuhanku masih memberikan begitu banyak kesempatan untuk bisa mendekatkan diri kepadaMu.MARHABAN YAA RAMADHAN....Thank's to GOD 4 all kindness...amiiin ya ALLOH ya Robbal'alamiin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-7865177078487921454?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/7865177078487921454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/sebuah-keyakinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7865177078487921454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7865177078487921454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/sebuah-keyakinan.html' title='sebuah keyakinan'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5178665310356420244.post-7550714986874828754</id><published>2010-08-08T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T09:00:26.731-07:00</updated><title type='text'>oh sayba....</title><content type='html'>tumbin jiajae keshi..keshi jiajae tumbin..satyo silambi herati..satyo silambi huebin..adjao ladkartum...ye dilke rahahe....kyakyana sodjae meree..kyakyana djatumsamjae..adjao ladkartum...yee dilke rahaheee...meredil tumse..thubathaonggii..ikkeethinneepyyaarreehomee....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5178665310356420244-7550714986874828754?l=kurniaade41.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniaade41.blogspot.com/feeds/7550714986874828754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/oh-sayba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7550714986874828754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5178665310356420244/posts/default/7550714986874828754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniaade41.blogspot.com/2010/08/oh-sayba.html' title='oh sayba....'/><author><name>de''kraken</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16186530538275482644</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_IA6f9gn69zg/TFwQM32tqDI/AAAAAAAAAAM/VG6a0qNwqQU/S220/me+%26+my+family2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
