Selasa, 17 Agustus 2010

god answer...

Rosul bersabda "Tafakkaru fi khalqillah wa la tafakkaru fi dzatihi" Berfikirlah akan ciptaan Allah dan jangan berfikir tentang Dzat-Nya Allah.
Motif yang melatar belakangi sabda Nabi tersebut terkait dengan sikap sebagian sahabat yang sibuk berfikir dan berfikir, sehingga diantara mereka sampai tidak saling bertegur sapa. Ketka ditanya oleh Rasulullah tentang penyebabnya, mereka mejawab bahwa mereka sedang sibuk Memikirkan Allah. Mendengar jawaban tersebut , Nabi kemudian bersabda: Tafakkaru.....
Sebagaimana latar belakang hadits di atas, larangan berfikir tentang Dzat Allah diberlakukan terhadap siapapun yang tidak mempunyai kemampuan yang memadai, baik intelektual maupun emosional, sehingga hasilnya bukan pencerahan, namun justru pertengkaran.
Keterlibatan para akhli ilmu kalam, seperti imam al-As'ari dan imam al-Ghazali serta para teolog besar lainnya, menunjukkan bahwa larangan dalam hadits tersebut bersifat temporer dan kondisional. Yakni hanya bagi kalangan awam yang tidak mempunyai kemampuan memadai.

beyond your limit

Diambil dari mailing list assunnah@yahogroups.com

Message: 1
Date: Thu, 16 Jun 2005 16:28:12 +0700
From: "Sigit, Iman"
Subject: [ENSIKLOPEDIA LARANGAN] Larangan Berfikir tentang Dzat Allah

Larangan Berfikir tentang Dzat Allah

1. DALIL AL QUR'AN

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit
dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan
ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa
neraka ".(Q.S. Ali Imran : 190-191)

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

Katakanlah: "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah
bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan
bagi orang-orang yang tidak beriman". (Q.S. Yunus : 101)

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara
keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang
kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk
neraka. (Q.S. Shaad : 27)

2. DALIL AS SUNNAH

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Berfikirlah
tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-sekali engkau berfikir
tentang Dzat Allah " (Hadits hasan, Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah)

Diriwayatkan dari Fudhalah bin Ubaid radhiyallaahu 'anhu, dari
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : " Tiga
jenis orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi nasibnya; Orang yang
memisahkan diri dari jama'ah, ia mendurhakai imam dan mati dalam keadaan
durhaka. Budak wanita atau pria yang melarikan diri dari tuannya, lalu
mati. Dan seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya dengan memberikan
perbekalan yang cukup, lalu sepeninggal suaminya ia bersolek (untuk
lelaki lain) ".
" Tiga jenis orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi nasibnya; Orang
yang merampas selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah adalah
kesombongan-Nya, sarung-Nya adalah kemuliaan. Orang yang ragu tentang
Allah. Dan orang yang berputus asa terhadap rahmat Allah " (Hadits
shahih, diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam al Adabul Mufrad)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, dari Rasulullah
shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: " Sesungguhnya syaitan
mendatangi salah seorang dari kamu, lalu berkata: 'Siapakah yang telah
menciptakan ini ? Siapakah yang telah menciptakan itu ? ' Hingga syaitan
berkata kepadanya: 'Siapakah yang menciptakan Rabbmu ?'. Jika sudah
sampai demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dengan
mengucapkan isti'adzah dan berhenti " (HR Al Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu 'anhu, ia berkata,
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Allah subhanahu wa
ta'ala berfirman: 'Sesungguhnya umatmu akan terus-menerus bertanya apa
ini, apa itu ? " Hingga mereka bertanya: 'Allah telah menciptakan ini
dan itu lalu siapakah yang menciptakan Allah ? " (HR Muslim)

Dalam riwayat lain ditambahkan: " Jika demikian halnya, mereka akan
tersesat "

3. FAWAID / KANDUNGAN BAB

a. Allah subhanahu wa ta'ala telah menganjurkan dalam Kitab-Nya agar
berfikir dan bertadabbur. Anjuran ini ada dua macam: Pertama, anjuran
mentadabburi ayat-ayat Al Qur'an dan ayat-ayat-Nya yang dapat disimak.
Agar seorang hamba dapat memahami maksud Allah ta'ala dan dapat meyakini
kehebatan Al Qur'an sebagai Kalamullah dan mukjizat yang tidak ada
kebathilan di dalamnya, dari depan maupun dari belakang. Sebagaimana
yang Allah ta'ala firmankan : "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al
Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah
mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya " (Q.S. An Nisaa :
82). Dan firman Allah : " Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al
Qur'an ataukah hati mereka terkunci ? " (Q.S. Muhammad : 24) Kedua,
anjuran memikirkan keagungan ciptaan Allah, kerajaan dan kekuasaan-Nya,
serta ayat-ayat yang dapat disaksikan, agar seorang hamba dapat
merasakan keagungan al-Khaliq, dapat mengakui kebenaran Al Qur'an.
Sebagaimana yang Allah ta'ala firmankan : "Katakanlah: 'Perhatikanlah
apa yang ada di langit dan di bumi " (Q.S. Yunus : 101). Dan firman
Allah : "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)
Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah
bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak
cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu ?"
(Q.S. Fushshilat : 53)

b. Memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala yang dapat
disaksikan dan mentadabburi ayat-ayat Allah yang dapat disimak tidaklah
dibatasi dengan keadaan atau waktu-waktu tertentu seperti yang
dibuat-buat oleh kaum sufi atau ahli kalam, dengan menggunakan istilah
renungan pemikiran dan lainnya, dalilnya adalah firman Allah subhanahu
wa ta'ala: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka " (Q.S. Ali Imran : 191)

c. Dzat Allah tidak akan bisa terjangkau oleh akal pikiran dan tidak
akan bisa dikira-kirakan. Allah ta'ala berfirman: "Sedangkan ilmu mereka
tidak dapat meliputi ilmu-Nya " (Q.S. Thaaha : 110)
Karena Dzat Allah Mahaagung dan Mahatinggi dari kandungan pemisalan dari
qiyas. " Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat
melihat segala penglihatan itu " (Q.S. Al An'am : 103)
Dan bagi Al-Khaliq, tidak ada penyerupaan, tandingan dan juga pemisalan.
" Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia " (Q.S. Al Ikhlas :
4)
Oleh sebab itulah melalui lisan Rasul-Nya, Allah Yang Mahabijaksana
melarang berfikir tentang Dzat-Nya Yang Mahasuci.

d. Berfikir tentang Dzat Allah akan menggiring pelakunya kepada
keragu-raguan tentang Allah. Dan siapa saja yang ragu tentang Allah,
pasti binasa. Sebab ia akan dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan
membingungkan yang lahir dari pemikiran sesat, " Allah menciptakan ini
dan itu lalu siapakah yang menciptakan Allah ? ". Pertanyaan itu pada
hakikatnya sangat kontradiktif dan kabur maksudnya. Sebab Allah adalah
Pencipta bukan makhluk !
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: " Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan " (Q.S. Al Ikhlas : 3)

e. Pengobatan untuk was-was iblis dan pemikiran-pemikiran syaitan ini,
yaitu mengikuti tata cara Al Qur'an dan As Sunnah yang dijelaskan oleh
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam :
(1) Membaca surat Al Ikhlas
(2) Meludah ke kiri sebanyak tiga kali
(3) Berlindung kepada Allah subhanahu wa ta'ala dari gangguan syaitan
yang terkutuk dengan membaca isti'adzah
(4) Mengatakan, "Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya "
(5) Memutus was-was dan menghentikan keraguannya.

f. Bimbingan Nabawi tadi merupakan cara yang paling mujarab untuk
mengobati penyakit was-was dan lebih ampuh untuk memutusnya daripada
cara jidal (perdebatan) logika yang sempit yang pada umumnya malah
membuat orang bingung. Hendaklah orang yang waras akalnya memperhatikan
benar sabda Nabi : ' Sesungguhnya hal itu dapat menghilangkannya '.
Jadi, siapa saja yang melakukannya semata-mata ikhlas karena Allah dan
ketaatan kepada Rasul-Nya, maka syaitan pasti lari.


Diringkas dari ENSIKLOPEDIA LARANGAN Jilid 1 - Pustaka Imam Asy Syafi'i
Mausuu'ah al-Manaahiyyiys Syar'iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyah
Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali Daar Ibnu 'Affan Th. 1419 H

Allohu Akbar..

Ajakan Dzikir Anjing hu akbar di IAIN Bandung Satu Contoh Kasus

13 Oct
Rate This
Quantcast

Kasus ucapan mahasiswa IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Sunan Gunung Djati Bandung dalam ta’aruf dengan
mahasiswa baru September 2004 cukup menyentak. Di antaranya perkataan: “Selamat bergabung di area bebas
tuhan”. Malah ada seorang mahasiswa dari jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin mengepalkan tangan dan
meneriakkan, “Kita berzikir bersama anjing hu akbar.”
Berikut ini cuplikan laporan utama Tabloid Republika Dialog Jum’at, 22 Oktober 2004 berjudul Terpeleset Filsafat di
Bandung:
Jum’at, 27 September 2004, sore hari. Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati
Bandung, melakukan prosesi penerimaan mahasiswa baru atau yang biasa disebut taaruf.
Sebagai institusi Islam, taaruf juga akan mempelajari masalah keislaman secara sepintas. Mereka akan mempelajari
bagaimana Islam dulu, kini, dan masa depan, serta bagaimana peluang IAIN dalam kehidupan bermasyarakat pada
masa depan.
Pada hari itu pula, panitia yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa, akan memperkenalkan seluruh
organisasi mahasiswa yang berada di lingkungan IAIN. Di saat pembawa acara memanggil setiap jurusan untuk maju
ke atas panggung dan memperkenalkannya, suara riuh dan sorak sorai mahasiswa baru menggema. Bahkan tidak segan
mereka melakukan tepuk tangan dan mengikuti ucapan Allahu Akbar, ketika diinstruksikan oleh senior jurusannya.
Hal berbeda terjadi pada Fakultas Ushuluddin. Fakultas yang terdiri dari lima jurusan yakni, Sosiologi Agama,
Perbandingan Agama, Tafsir Hadits, dan Aqidah Filsafat ini, disambut dengan tangisan sebagian mahasiswa.
Bagaimana tidak, sejak mereka memasuki ruangan dan menaiki panggung, seorang dari mahasiswa yang menjadi juru
bicara untuk fakultas itu, memulai dengan perkataan, “Selamat bergabung di area bebas tuhan”.
Jurusan Sosiologi Agama punya gaya sendiri menyambut juniornya. “Mahasiswa sosiologi agama adalah insan kreatif
inovatif yang sosialis demokratis. Beri kesempatan kepada teman-teman kami yang senantiasa mencari tuhan,” ungkap
ketua himpunan jurusan sosiologi agama.
Pernyataan yang lebih menakutkan keluar dari mulut salah satu di antara mereka. “Kami tidak ingin punya tuhan yang
takut pada akal manusia,” katanya. Namun perkataan itu tidaklah berarti ketika seorang mahasiswa dari jurusan Aqidah
Filsafat, mengepalkan tangan dan meneriakkan: “Kita berzikir bersama anjing hu akbar,” teriaknya lantang.
Dalam laporan Republika itu dikutip komentar ulama FUUI (Forum Ulama Ummat Islam) Bandung, KH Athi’an Ali
Da’I, “Ada dosen yang di depan kelas dengan bangganya mengaku sudah tiga bulan tak shalat.”
Dijelaskan, berkaitan dengan kasus ini, FUUI mengeluarkan empat fatwa. Namun khabarnya pihak Rektorat IAIN
Bandung justru mengancam FUUI dan membela mahasiswanya yang telah mengucapkan hinaan terhadap Allah SWT
di depan umum (para mahasiswa baru IAIN SGD Bandung) itu. Beritanya sebagai berikut:
Empat Fatwa FUUI untuk Kasus IAIN
BANDUNG—Kasus penghinaan melalui perkataan yang dikeluarkan oknum mahasiswa Aqidah Filsafat Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati (SGD), semakin meruncing. Setelah pihak Rektorat IAIN SGD
Bandung mengancam akan membawa kasus ini ke pengadilan, dengan tuduhan pencemaran nama baik, kini giliran
Forum Ulama Ummat Islam (FUUI), mengeluarkan empat fatwa.
Empat butir fatwa yang dikeluarkan FUUI itu, berisi tuntutan agar oknum mahasiswa yang telah menghina Islam wajib
dihukum mati. Hal ini sesuai dengan fatwa FUUI No 02/Dzulqo’idah/1421, mengenai Penghinaan Terhadap Islam. Hal
ini dikatakan Ketua FUUI, KH Athian Ali Muhammad Dai MA, saat konferensi pers pemutaran VCD, Sabtu (9/10
2004).
“Berdasarkan syariat Islam, mereka yang menghina Islam seperti pendeta Suradi dan Pendeta Poernama Winangun,
wajib dihukum mati,” katanya menjelaskan.
Imbauan kedua, kata dia, pemerintah dituntut segera melaksanakan tindakan hukum, untuk menghindari umat Islam
mengambil tindakan sendiri.
Maklumat ketiga, sambung Athian, mengimbau kepada pihak berwenang di IAIN SGD Bandung, untuk mensterilkan
IAIN dari individu, faham, silabus, maupun metodologi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan
berproyeksi jangka pendek maupun jangka panjang, yang sengaja ataupun tidak sengaja mengarahkan mahasiswa pada
pola pikir yang bertentangan dengan aqidah, akhlak dan syariat Islam.
Terakhir, sambung Athian, pihaknya mengimbau kepada orangtua untuk tidak melanjutkan pendidikan putra putrinya
ke IAIN, sebelum institusi itu steril. “Apabila memang telah telanjur, orang tua harus lebih memperhatikan aqidah,
akhlak, dan pelaksanaan syariat Islam,” katanya menandaskan.
Athian mengaku tak menyangka hal ini akan terjadi di kalangan yang notabene lembaga pendidikan tinggi Islam.
Bahkan, dirinya tidak habis pikir mengapa IAIN menuduhnya mencemarkan nama baik. Padahal, kata dia, dirinya
melakukan hal tersebut karena sayang terhadap IAIN dan ingin membantu perguruan tinggi tersebut.
Dikatakan Athian, dirinya telah mengundang pihak IAIN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Namun
hingga acara berlangsung, tidak ada pihak IAIN yang menghadirinya. “Saya sudah mengundangnya, tetapi tidak ada
yang datang. Kalau seperti ini, tidak akan ada pembicaraan lagi karena untuk apa,” paparnya.
Dituturkan Athian, kasus ini muncul dari laporan sejumlah mahasiswa IAIN yang mengatakan di kampusnya ada upaya
pendangkalan aqidah Islam dengan menyatakan ‘Islam bukan satu-satunya agama yang benar’, serta pernyataanpernyataan
buruk lainnya. Ungkapan itu, sambung dia, merupakan penghinaan terhadap Allah SWT dan Islam.
“Mereka meminta bantuan kepada kami. Apabila kasus ini masuk ke pengadilan, mahasiswa itu siap menjadi saksi,”
katanya.
Koordinator tim advokasi FUUI, Rizal Fadhillah, mengatakan, maklumat ini sebagai langkah awal untuk melaporkan
okum mahasiswa itu ke Polda Jabar. Ditambahkannya, mereka terancam dijerat dua pasal sekaligus, yaitu pasal 156 A
KUHP tentang penodaan agama dan 156 B tentang ajakan tak ber-Tuhan. Sementara itu, Pembantu Rektor V IAIN
SGD Bandung, Mohammad Najib, mengatakan, pihaknya siap menerima tuntutan FUUI. Namun, diakuinya, pihaknya
tidak akan menyerahkan Faridl sebagai pelaku yang dimaksud FUUI, sebelum pihak rektorat melakukan uji otentik dan
uji konteks akademis kepada mahasiswa tersebut.
Najib menambahkan, pihaknya pernah memanggil Faridl untuk dimintai keterangan mengenai perbuatannya. Namun
setelah diperiksa, tim klarifikasi yang sengaja dibentuk rektorat ini, tidak menemukan hal yang menyalahi aturan.
“Pasalnya itu murni persoalan akademik. Tapi saya akan melakukan pemanggilan lagi,” katanya saat dihubungi
Republika, Ahad (10/10).
Allah Swt Membongkar Mereka
Umat Islam tidak usah payah-payah melacak pemikiran orang-orang IAIN, dengan adanya kasus yang menyentak
dilontarkan oleh mahasiswa IAIN Bandung, lalu dibela-bela oleh para dosen dan pimpinan di kampus, itu sudah
merupakan bukti nyata. Bahwa mereka memang modelnya seperti itu, cara membela masalah yang menghina agama
pun dengan memutar-mutar lidah seperti itu. Cara mereka berkelit pun sudah tampak nyata. Jadi tidak usah umat Islam
mencari dan melacak ke dalam-dalamnya, mereka sendirilah yang menampakkan jati diri mereka, isi kepala mereka.
Lebih jelas lagi penampakan jati diri mereka itu ketika dekan Ushuluddin IAIN Bandung berbicara di acara kontroversi
di TV 7 di suatu malam menjelang Iedul Fitri 1425H. Nama acaranya itu sendiri kontroversi, yang dalam hal ini kasus
“anjing hu akbar” dan “areal bebas tuhan” di IAIN Bandung itu. Ternyata kasus yang sudah nyata-nyata menghina
Alloh swt itu dibela benar-benar oleh sang dekan Ushuluddin IAIN Bandung. Bahkan dengan ungkapan yang
merendahkan FUUI, yang memprotes kasus itu, oleh dekan Ushuluddin diremehkan dengan menyebut bahwa orangorang
FUUI itu S2 saja belum lulus.
Pembelaan kepada mahasiswa yang telah kurangajar, dengan cara meremehkan orang lain seperti itu, justru
menampakkan diri sebagai orang-orang yang memang tidak pantas untuk memegang amanat ilmiah, apalagi agama
Islam. Karena Islam jelas mengecam kesombongan, di antaranya kesombongan model merendahkan orang lain atau
lembaga lain. Dari satu sisi, dia membanggakan lembaga IAIN-nya yang katanya banyak doctor dan professor, ternyata
tidak mempersoalkan masalah mahasiswanya itu. Sementara lembaga FUUI yang orang-orangnya belum lulus S2
malah mempersoalkan. Pernyataan seorang dekan Ushuluddin IAIN Bandung seperti itu sebenarnya justru meremuk
redamkan IAIN Bandung itu sendiri. Karena ternyata lembaga yang dipimpin oleh orang yang benar-benar sombong
dalam arti sebenarnya yaitu: alkibru bathorul haq wa ghomtun naas. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan
meremehkan manusia. Ini jelas dalam hadits:
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi saw, beliau bersabda: “Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya
ada kesombongan seberat dzarrah/ biji (pun).” Seorang lelaki berkata, sesungguhnya lelaki (maksudnya Malik
bin Muroroh Ar-Rohawi) suka kalau pakaiannya bagus dan sandalnya bagus. Beliau bersabda: “Sesungguhnya
Allah itu Maha Bagus menyukai yang bagus. Sombong itu adalah menolak lagi mengingkari kebenaran dan
meremehkan manusia. (HR Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).
Qodarulloh, umat Islam ditunjuki bahwa isi di dalam IAIN di Indonesia adalah seperti itu. Mahasiswanya seperti itu
tingkah polah dan ucapannya, demikian pula dosen-dosen dan pimpinan fakultas maupun institutnya. Sehingga umat
Islam tidak usah berpayah-payah untuk menggali, sebenarnya isi orang IAIN di Indonesia itu seperti apa, ternyata
qodarulloh, mereka sendiri yang membongkarnya; ya mahasiswanya, ya dosen-dosennya, dan juga pimpinan fakultas
dan institutnya. Ditambah lagi pembongkaran yang dilakukan oleh tokoh Islam yang punya ghiroh Islamiyah tinggi,
sehingga umat ini mengetahuinya.
Al-Qur’an telah menggambarkan adanya pembongkaran rumah orang-orang kafir Ahli Kitab dengan tangan-tangan
orang kafir itu sendiri dan tangan-tangan orang mukminin. Maka tidak mengherankan, kalau penghinaan terhadap
Islam, terhadap Alloh swt pun dibongkar sendiri oleh pelaku-pelakunya beserta pembela-pembelanya, ditambah dengan
pembongkaran oleh Mukminin. Dalam persitiwa pembongkaran rumah-rumah orang kafir Ahli Kitab, Allah swt
mengabadikan kisahnya di dalam Al-Qur’an:
Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat
pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin,
bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah
mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah
mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan
mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran,
hai orang-orang yang mempunyai pandangan. (QS Al-Hasyr/ 59: 2).
Apabila pembongkaran yang telah ditampakkan oleh Allah swt dalam kasus di IAIN Bandung itu tidak menjadi
pelajaran bagi pihak IAIN se-Indonesia (yang kenyataannya masyarakat umum tahu, rata-rata pemikirannya sama saja
model itu) maka Allah swt tidak sulit untuk membongkar mereka lebih dahsyat lagi, baik lewat orang-orang dari dalam
IAIN se-Indonesia itu sendiri maupun umat Islam atau bersama-sama. Bahkan pihak-pihak yang membela kesesatan
selama ini pun tidak sulit bagi Allah swt untuk membongkarnya. Dan adapun sampai mereka mati tidak terbongkar
pula, maka pengadilan di akherat kelak tetap akan mereka derita. Itulah jaminan yang tidak akan meleset, maka FUUI
ataupun umat Islam pada umumnya sebenarnya hanya bertugas saling menasihati dengan kebenaran dan kesabaran.
Adapun nasihat bahkan tuntutan justru dibalas hinaan, itu satu anugerah bahwa pengusung kesesatan yang sampai
melecehkan Islam ini sudah ditampakkan oleh Allah swt figur-figur dan sarang-sarangnya. Tinggal umat Islam ini
mampu memahami itu atau tidak. Ini salah satu ujian dalam menjalankan Islam, mau pilih yang membela Islam atau
justru pilih yang melecehkannya sambil memutar-mutar lidah dan berlindung di bawah jubah title, lembaga dan
sarangnya.
Dikutip dari buku: Ada Pemurtadan di IAIN, Penulis: Ustadz Hartono Ahmad Jaiz. Cetakan II 2005
Tags: , , , , , , , ,

back to holly qur'an

PEMURTADAN DI IAIN
Dalam berbagai aspek, IAIN nyata-nyata berkiblat ke Barat, makanya bisa dirasakan adanya kecenderungan menyebarkan virus perusak (penghancur) iman. Virus penghancur iman itu telah merata di IAIN, STAIN, STAIS, UIN, dan bahkan sampai ke Fakultas Agama Islam di perguruan tinggi umum. Karena memang pendidikan agama Islam di perguruan tinggi di Indonesia ini kurikulumnya, sistem pengajarannya, dan dosen-dosennya berkiblat ke Barat, bukan ke Islam. Padahal sikap Barat terhadap agama (Islam) cenderung merusak.

Demikian rangkuman yang bisa diambil dari acara bedah buku “Ada Pemurtadan di IAIN” karya Hartono Ahmad Jaiz. Acara berlangsung Ahad, 19 Juni 2005 (bertepatan dengan 12 Jumadil Awwal 1426 Hijriah), di Masjid Pesantren Al-Husnayain pimpinan KH Ahmad Kholil Ridwan, alumni Gontor dan Jami’ah (Universitas) Islam Madinah. Pesantren Al-Husnayain terletak di Jl Lapan, Pasar Rebo, Cibubur, Jakarta Timur. Bertindak sebagai pembicara selain Hartono Ahmad Jaiz juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Bandung Doktor Daud Rasyid, MA (alumni Kairo Mesir). Acara ini dipandu oleh Ustadz Mustofa Aini alumni Universitas Islam Madinah. Jama’ah yang hadir memenuhi masjid.

Doktor Daud Rasyid mengemukakan, di IAIN betul-betul terjadi pem-Barat-an. Bukan saja orang-orang jebolan dari Barat tapi juga asli dari Barat. Kata Daud yang bermarga Sitorus dari Batak ini. Tahun 1996 dia masuk IAIN Jakarta (sebagai tenaga pengajar), karena di program pascasarjana IAIN Jakarta belum ada guru hadits.

Ketika itu Daud Rasyid ditanya Harun Nasution, “Nama saudara siapa?”

“Saya Daud Rasyid.”

“Ya, nama ini tidak asing di kepala saya,” jawab Harun Nasution.


Sampai 3 tahun berturut-turut Daud Rasyid mengajar di IAIN Ciputat Jakarta, tetapi begitu Doktor Harun Nasution meninggal, Daud Rasyid pun diusir dari IAIN Ciputat oleh rektornya yang sekarang (Azyumardi Azra).

“Ketika saya tanyakan, kenapa saya tidak diberi jam kuliah di program pascasarjana IAIN, semua yang ada di
sana diam seribu bahasa. Artinya, keberadaan saya di sana tidak mereka senangi, karena menurut mereka, membuat pusing. Karena tadinya murni orientasinya Barat, lalu ada orientasi Timur Tengah, ini jadi membingungkan,” keluh calon doktor di IAIN Ciputat Jakarta.

Pada setiap perkuliahan, Daud Rasyid mematahkan celotehan-celotehan para calon doktor yang berfikirnya model orientalis dan barat, dan mereka tak bisa menjawab. Lalu terjadi kebingungan, yang mana yang harus diikuti, Barat atau Timur Tengah?

Terakhir, menjelang Pak Harun meninggal, lanjut Daud, “Saya diminta jadi penguji tetap orang yang akan menjadi doktor. Materi ujian komprehensip itu tiga: Al-Qur’an, Hadits, dan Pemikiran Islam. Rupanya Pemikiran Islam ini mata kuliah wajib, untuk menanamkan Mu’tazilah kepada mereka. Kurang lebih setahun saya menjadi penguji, siapapun yang akan menjadi doktor harus berhadapan dengan saya, mata kuliahnya hadits. Nah di situ mereka ada yang sport jantung, ada yang mengeluarkan keringat dingin.”

Pak Harun Nasution ketika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang Mu’tazilah (kepada mahasiswa calon doktor yang sedang diuji) dia melirik saya,” kenang Daud.

“Demikianlah, tetapi begitu Harun Nasution meninggal, saya sama sekali tidak diberi jam kuliah untuk mengajar. Katanya, saya sudah ditugaskan ke IAIN Bandung. Sekarang di IAIN
Bandung pun saya menikmati keterusiaran saya. Dalam memberikan kuliah hadits, saya katakan, di sini kalau ada yang membawa-bawa faham-faham Syi’ah, Mu’tazilah dan lain-lain, silahkan di luar pagar. Ini kuliah hadits. Tidak menerima Syi’ah, Mu’tazilah dan lain-lain. Sampai di Universitas Ibnu Chaldun Bogor di pascasarjana, ada alumni IAIN Ciputat Jakarta, ternyata dalam makalahnya dia menyusupkan faham Syi’ah untuk membenci sahabat, asing, aneh, janggal dan bertentangan dengan hadits dengan cara yang halus sekali, tapi racun.”

Pemikiran di IAIN Prototipe dari Orientalis Barat


Jadi produk-produk IAIN
sana, ungkap Daud Rasyid, “pemikirannya terkena percampuran Liberal, Mu’tazilah, kalau tidak ya Syi’ah, Shufiyah (Tasawuf). Ini semua merupakan prototype dari orientalis di Barat. Orientalis di Barat itu sebagaimana kata Dr Ismail Faruqi, yang dikabarkan mati terbunuh oleh agen-agen Zionis di Amerika, bahwa studi Islam di Barat itu adalah kumpulan dari pemikiran-pemikiran sesat; apakah itu yang namanya Syi’ah, Mu’tazilah, Shufiyah (Tasawuf), dan sejenisnya, di sana bergabung.”

Tahun lalu saya mengunjungi 7 pusat studi Islam di Inggeris. Di antaranya di Brimingham,
Manchester, Oxford dan lain-lain. Saya lihat langsung, bagaimana Islamic Studies itu, betul apa yang dinamakan oleh para pendahulu, bahwa Islamic Studies di Barat itu di bawah naungan apa yang dinamakan grand design (rancangan besar).”

Seorang Kristen Koptik kuliah di Amerika, lalu ditugaskan dalam penelitiannya untuk mencari titik-titik kelemaham Al-Qur’an. Setelah meneliti, ia justru masuk Islam, tetapi resikonya harus menghadapi aneka tekanan yang harus diderita.”

Pada program Pascasarjana IAIN, lanjut Daud Rasyid, ada dua yang jadi sumber virus pemikiran di
Indonesia, yaitu IAIN Jakarta dan IAIN Jogjakarta (kedua-duanya kini menjadi UIN –Uinversitas Islam Negeri). Jarang sekali seseorang yang sudah masuk ke sana masih terpelihara pemikirannya. Meski ada, tapi jarang sekali. Karena orang-orang yang masuk ke sana (program pascasarjana IAIN), begitu studium general (kuliah umum), Prof Harun Nasution berbicara:

“Saudara-saudara, pemikiran pemahaman anda yang ada di S-1 (doktorandus atau sarjana agama) itu semuanya harus disingkap hingga lepas. Semua pemahaman Islam yang anda dapatkan di S-1 itu semua harus dilepas. Sekarang kita masuk ke mimbar bebas pemikiran.”

Itu doktrin studium general bagi siapa saja yang baru memasuki program pasca sarjana IAIN. Setiap tahun pidato Harun Nasution itu diulang-ulang terus. Jadi dia kemukakan adalah, kalau dulu masih ada sisa cinta kepada Al-Qur’an, keberpihakan kepada Hadist, itu harus dibuang. Karena, di sini (program pasca sarjana IAIN) mengkaji Islam secara akademik, tidak berpihak kepada keimanan atau keyakinan. Artinya, tinggalkan semua akidah dan keimanan, begitu anda masuk kemari, begitulah kira-kira tafsirannya. “Jadi ini kalau terus dibiarkan, sangat berbahaya.” Tegas Daud Rasyid.


Apa Solusinya?

Ketika ditanya soal solusi, Daud Rasyid mengatakan, “Menteri Agama yang baru ini
kan orang dari Gontor, yang masih koleganya Ust Kholil Ridwan (Pemimpin Pesantren Husnayain di Cibubur Jakarta Timur, penyelenggara bedah buku Ada Pemurtadan di IAIN). Perlu ada usul kepada Menteri Agama, masalah kurikulum IAIN, mesti ditinjau ulang,” saran Daud.

“Kedua, soal pascasarjana. Pascasarjana ini penting, karena merupakan think tank-nya umat Islam. Maka perlu diusulkan kepada Menteri Agama, orang yang menjadi direktur pasca sarjana itu hendaknya lulusan Timur Tengah yang pikirannya benar-benar lurus. Sekarang ini direktur pascasarjana UIN Jakarta itu Qomaruddin Hidayat, Rektornya Azyumardi Azra, ya kloplah,” jelas Daud.

“Menteri Agama sekarang ini keluaran Timur Tengah, mantan Dubes di Arab Saudi, artinya bau-bau Ka’bah itu masih melekatlah sama dia. Jadi keberpihakannya itu masih diharapkan kepada pemikiran Islam yang shahih,” tandas Daud dengan nada harap.

Kasus Nasr Hamid Abu Zayd


 Daud Rasyid juga menggugat didatangkannya Dr Nasr Hamid Abu Zayd, tokoh pengusung hermeneutika (metode tafsir bible) ke UIN Jakarta, padahal telah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996.

“Dr Nasr Hamid Abu Zayd buru-buru kabur dari Mesir,” kata Dr Daud Rasyid, “karena Faraq Fauda yang belum divonis murtad oleh pengadilan saja sudah jadi bangkai dibunuh orang. Lha Nasr Hamid Abu Zayd yang sudah divonis Murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996 maka tinggal menunggu hari. Dengan demikian dia buru-buru kabur dari Mesir, lari ke Belanda. Lalu dia diangkat jadi guru besar di Leiden Belanda.”

Sebelumnya, tim yang meneliti karya-karya Nasr Hamid Abu Zayd dipimpin oleh Prof Abdus Shobur Shahin telah menemukan bukti-bukti kemurtadan, di antaranya Al-Qur’an diaggap sebagai muntaj tsaqofi, produk budaya. Tim ini tidak meloloskan Nasr Hamid untuk meraih gelar professor, karena hasil karya tulisnya justru menghina dan menyalahi Islam. Tidak lolosnya karya ilmiyah sebenarnya hal biasa, namun oleh kelompok sekuler, hal itu dibesar-besarkan, hingga menjadi berita dunia, sampai hebohnya bergaung hingga di Eropa,” kata Daud Rasyid. “Lalu Nasr Hamid akhirnya dijadikan guru besar di Leiden Belanda.”

Pemurtadan secara sistematis


Sementara itu Hartono Ahmad Jaiz penulis buku “Ada Pemurtadan di IAIN” mengemukakan, pemurtadan di IAIN sudah merata bahkan seluruh perguruan tinggi Islam, sampai yang swasta bahkan Fakultas Agama Islam di perguruan tinggi umum sudah terkena pula, yaitu terkena virus pemurtadan. Karena kurikulumnya, sistem pengajaran, dan dosen-dosennya mengusung pemikiran yang merusak.

Menurut Hartono, yang dirusak yaitu:
  1. 1. Aqidah Islam, dari tauhid, mengesakan Allah, digeser ke kepercayaan pluralisme agama (menyamakan semua agama). Ini sangat menyelewengkan Islam, baik secara keyakinan maupun keilmuan. Jadi dari penegakan Tauhid justru dialihkan ke pemasaran kemusyrikan, penyaman semua agama.
  2. 2. Pemahaman Islam dirusak secara sistematis. Tidak merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan metode yang benar, tetapi merujuk metode Barat yang diprogram untuk mencela Islam dan merusak pemahaman Islam.
  3. 3. Penggeseran pembelajaran Islam, dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta aqidah Islamiyah (Tauhid) ke Sejarah Pemikiran Islam (SPI) dan Sejarah Peradaban/ Kebudayaan Islam (SKI). Bahkan SPI dan SKI itu dijadikan matakuliah dasar umum (MKDU) untuk semua fakultas dan jurusan di seluruh perguruan tinggi Islam, bahkan sampai ke Fakultas Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. Dari situlah (dari dua mata kuliah dasar umum) yang diwajibkan kepada seluruh mahasiswa dan waktu semesternya bersambung-sambung itulah perusakan pemikiran dan pemahaman Islam dilancarkan secara sistematis oleh dosen-dosen yang sudah dirancang untuk mengusung faham model kafir Barat yang pada intinya adalah anti agama, dengan menghancurkan agama pakai faham pluralisme agama, menyamakan semua agama. Di antara alat untuk menghancurkan agama yaitu apa yang mereka sebut metode hermeneutic yaitu metode tafsir bible, yang telah mampu merusak agama Yahudi dan Kristen. Kini metode hermeneutika itu telah diajarkan di IAIN (UIN) Jakarta dan Jogjakarta.
  4. 4. Penggeseran pembelajaran Islam dari ahlinya, yaitu para ulama dan perguruan Islam di Timur Tengah dialihkan ke belajar Islam kepada orang kafir Yahudi, Nasrani ataupun kepada orang-orang yang mengaku Islam tetapi sekular dan berfaham aneh-aneh alias nyeleneh di perguruan-perguruan tinggi di Barat. Padahal para pendiri studi Islam di Barat sudah dikenal kebanyakan adalah para orientalis yang tujuannya: penjajahan, kristenisasi, dan pembaratan (kolonialisasi, kristenisasi dan westernisasi).
  5. 5. Pembelajaran Islam yang sebenarnya untuk membentuk generasi Islam yang faham Islam, dialihkan menjadi sarang-sarang dan pabrik pembaratan, perusakan Islam secara sitematis, menggantikan pabrik-pabrik perusakan Islam di Barat. Jadi perusakan Islam di Indonesia sudah ada pabriknya-pabriknya, yaitu IAIN-IAIN atau perguruan tinggi Islam se Indonesia untuk meliberalkan dan mempluralismekan agama umat Islam alias memusyrikkan. Sedang para pengasongnya atau pengetengnya adalah JIL (Jaringan Islam Liberal) pimpinan Ulil Abshar Abdalla dan 44 lembaga lainnya yang mengusung faham liberal dan pluralisme agama yang merusak Islam. Dana untuk perusakan Islam itu didapat dari lembaga-lembaga swasta kafir dan negara. Di antaranya satu lembaga kafir swasta saja membiayai 44 lembaga, dan untuk satu lembaga seperti JIL saja mendapatkan Rp1,4 miliar per tahun dari The Asia Foundation, lembaga kafir swasta yang berpusat di Amerika. Ulil Abshar Abdalla mengaku kepada Majalah Hidayatullah Desember 2004 bahwa dana Rp1,4 miliar yang dia terima per tahun dari The Asia Foundation itu kecil dibanding yang diterima oleh lembaga-lembaga lainnya (dari 44 lembaga di antaranya lembaga-lembaga di lingkungan NU, Muhammadiyah, IAIN, UIN, perguruan tinggi Islam swasta dan lain-lain). Satu lembaga swasta kafir saja sudah bisa membiayai 44 lembaga berfaham liberal yang memecundangi Islam. Padahal di Indonesia ini ada 48 lembaga swasta internasional. Dari 48 lembaga swasta internasional itu yang merupakan lembaga kafir sebanyak 47, sedang yang Islam hanya satu, namun yang satu itu pun yaitu Al-Haramain Foundation sudah dibredel oleh Amerika. Jadi yang 47 lembaga swasta kafir dibiarkan hidup. Bayangkan, satu lembaga kafir saja mampu membiayai 44 lembaga perusak Islam. Sedangkan satu-satunya lembaga Islam dibredel paksa. Inilah Indonesia di bawah penjajahan Amerika.
  6. 6. Di dunia ini ada kekuatan yang menghancurkan Islam dengan dua cara. Pertama dengan cara membunuhi secara fisik, misalnya yang terjadi di Irak, Afghanistan, Palestina, Thailand dan sebagainya. Kedua, pembunuhan keimanan seperti yang dilakukan di Indonesia yaitu mencabuti keimanan, dari tauhid ke pluralisme agama alias kemusyrikan, lewat pendidikan terutama di IAIN (UIN) dan lain-lain, di antaranya di 44 lembaga yang dibiayai swasta kafir. Semuanya itu dengan dana sangat besar. Dan bahkan sudah merambah ke pesantren-pesantren dan madrasah-madrasah untuk diubah kurikulumnya dengan didanai Amerika sebesar 157 juta dolar (oleh lembaga resmi milik negara, belum lagi yang swasta). Sedangkan untuk perusakan kurikulum pendidikan Islam di dunia Islam maka didanai Amerika satu miliar dolar per tahun. Jadi umat Islam ini dibunuhi fisiknya, dan dibunuhi keimanannya. Pembunuhan keimanan ini lebih dahsyat dibanding pembunuhan fisik. Karena kalau hanya pembunuhan fisik, maka ketika umat Islam dibunuh sedang iman di dadanya masih utuh, insya Allah masuk surga. Tetapi pembunuhan keimanan dengan melalui pendidikan yang pada dasarnya mencabuti keimanan, maka walaupun fisiknya masih hidup namun imannya mati, lalu ketika fisiknya mati maka masuk neraka. Itulah yang di dalam Al-Qur’an dinyatakan:

    Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191).

    Tekanan bahkan penggeseran keimanan itu lebih dahsyat dibanding pembunuhan.


“Dengan kenyataan yang sangat membahayakan bagi umat Islam ini maka tidak ada jalan lain kecuali membela agama Islam, dan berupaya menyingkirkan segala gangguan yang sistematis dan dibiayai besar-besaran itu. Apabila ini dibiarkan maka keadaan akan semakin rusak dan sangat membahayakan.” Demikian tegas Hartono.

Di Berbagai IAIN


Buku “Ada Pemurtadan di IAIN” yang terbit pertengahan Maret 2005 ini telah dibedah di berbagai IAIN dan tempat-tempat umum di berbagai
kota. Pertama kali dibedah di acara pameran Buku Islam (Islamic Book Fair) di Senayan Jakarta, 27 Maret 2005 dengan pembedahnya penulis buku, Hartono Ahmad Jaiz, dan pembandingnya Dr Roem Rowi alumni Al-Azhar Mesir, dosen Tafsir di Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kemudian di UIN Jakarta pembedahnya dua dari pihak pro buku yaitu Hartono Ahmad Jaiz dan Muhammad At-Tamimi melawan dua orang pro IAIN: Abdul Muqsoth Ghozali alumni IAIN Jakarta dan sekaligus jadi dosen di sana, dan Ulil Abshar Abdalla kordinator JIL. Debat pun terjadi, dihadiri 1000-an orang. Laporan tentang debat di UIN Jakarta itu bisa dilihat di dalam “Melawan ‘Setan JIL’ di Sarangnya”. Juga bisa dilihat pada VCD berjudul “Debat Terbuka Buku Ada Pemurtadan di IAIN”
.

Di IAIN Serang Banten, buku ini dibedah penulis bersama Dr Utang R, dosen/dekan Fak. Ushuluddin di
sana dan anggota MUI Pusat. Sedangkan seorang dosen yang konon berfaham liberal tidak hadir. Di IAIN Serang Banten ini Dr Utang menjamin bahwa di sini tidak ada pemurtadan. Namun jaminan itu dibantah oleh seorang mahasiswi, bahwa di sini ada dosen-dosen, di antaranya kalau mengajar filsafat mengatakan, agar mata kuliah filsafat bisa masuk ke pikiran mahasiwa maka hendaknya dilepaskan dulu keimanannya. Sementara itu dalam mata kuliah Sejarah Peradaban Islam, dosennya mempersilakan untuk mengecam-ngecam para sahabat Nabi saw. Padahal, kata mahasiswi itu, apalah artinya kita bila dibanding kebaikan para sahabat Nabi saw.

Ketidak hadiran pembicara dari IAIN yang dikenal berfaham liberl sering terjadi. Di IAIN Lampung, panitia yang sudah serius berupaya untuk menghadirkan dosen IAIN yang diketahui liberal, sampai hari “h” upaya itu tidak terlaksana. Bahkan untuk jadi moderator pun ketika wakil Rektor mengharapkan diambil dari kalangan dosen yang berpaham liberal, tidak ada yang tampil. Maka pembahasan buku dilakukan tiga orang: Hartono Ahmad Jaiz, Ust Madrus da’i dari RRI Lampung, dan seorang ustadz dari Dewan Dakwah.

Lain lagi di Universitas Brawijaya
Malang. Panitia khabarnya telah mendapatkan info kesanggupan Rektor UIN Malang, Prof Dr Imam Suprayogo, tahu-tahu menjelang hari “h” beliau membatalkannya. Lalu panitia mendapatkan ganti Dr Mujab alumni Aligarh India, ketua jurusan Bahasa Arab Pascasarjana UIN Malang. Justru dosen yang bukan alumni IAIN ini mengemukakan, betapa keroposnya sistem pendidikan di IAIN yang penyerahan mata kuliah saja belum tentu kepada ahlinya, tetapi diberikan kepada dosen yang tidak ahli hanya karena ia bertitel doktor. Padahal orang luar banyak yang lebih ahli, hanya saja karena tak bergelar doktor maka tidak boleh mengajar.

Di IAIN Semarang, Hartono Ahmad Jaiz berhadapan dengan Dr Abu Hafsin dosen IAIN di
sana, alumni Bangkok dan Los Angles Amerika. Alumni Bangkok itu disindir Hartono: “Dulu para ulama berseminar fiqih tingkat internasional di Brunei Darussalam, lalu mereka mau pulang, ada kapal terbang yang transit di Bangkok. Para ulama itu tidak mau menggunakan pesawat yang transit di Bangkok, karena Bangkok daerah hitam (pelacuran). Lha ini belajar Islam kok ke Bangkok? Juga Nabi saw wanti-wanti, laa tas’aluu ahlal kitaab ‘an syai’. (Jangan kamu bertanya kepada ahli kitab/ Yahudi dan Nasrani tentang sesuatu (lihat Kitab Shahih Al-Bukhori dan Syarahnya, Fathul Bari) tetapi ini kok belajar Islam ke Barat ke orang kafir. Ini mengikuti Nabi saw atau ikut orientalis?”

Pembicaraan di IAIN Semarang (8 Juni 2005) itu cukup seru, sedang Dr Abu Hafsin asal Kuningan Jabar dan alumni Pesantren Buntet Cirebon ini mendapat sorotan dari dua pembicara lagi yaitu Ridwan Saidi dari Jakarta dan seorang alumni IKIP Jogjakarta yang menulis buku membongkar pemikiran JIL (Jaringan Islam Liberal).

Di IAIN Bandung, Hartono dan Daud Rasyid bersamaan pula dalam mengungkap nyelewengnya pemikiran liberal yang disusupkan secara sistematis di IAIN. Anehnya, di kampus yang pernah ada kasus ajakan dzikir dengan lafal Anjing hu Akbar dan spanduk berbunyi selamat datang di areal bebas Tuhan ini ketika Hartono dan Daud Rasyid berbicara sampai mempersoalkan dekan Fakultas Ushuluddin, Abdul Razak, yang membela ungkapan-ungkapan menghina Islam tersebut lewat TV7, ternyata tidak ada seorang pun –baik mahasiswa maupun dosen yang hadir– yang berkutik untuk menyanggah dua orang dari Jakarta ini.

Di Islamic Center Tanjung Priok Jakarta, buku “Ada Pemurtadan di IAIN” dibedah oleh penulis dan Dr Ahmad Satori alumni Al-Azhar Mesir yang juga dosen UIN Jakarta. Dalam acara yang diprakarsai pemuda Al-Irsyad itu, Dr Ahmad Satori mengatakan, pemikiran aneh dari Hasan Hanafi (kiri Islam –al-yasar al-Islamy) dan Nasr Hamid Abu Zayd (Al-Qur’an itu produk budaya –muntaj tsqofi) itu di Mesir sendiri tidak laku. Karena orang Mesir tahu Islam. Tetapi di sini di IAIN di Indonesia justru laku, karena tidak tahu Islam.

Ungkapan Dr Satori itu apakah menyindir sesama rekannya yang jadi dosen di IAIN atau bagaimana, wallahu a’lam. Tetapi ketika di IAIN Bandung, Hartono mengatakan, bagaimana di IAIN ini mau memahami Islam dengan baik, orang dosennya yang membela dzikir dengan lafal Anjing hu Akbar itu sendiri menurut mahasiswanya, kalau jadi imam sholat, bacaannya tidak fasih. Demikian pula ketika di
Semarang: Bagaimana mereka itu dikirim belajar Islam ke Barat? Sedang yang mengaku telah belajar Islam ke ulama di pesantren 11 tahun seperti Pak Abu Hafsin ini saja pemahamannya tentang Islam seperti itu? (Yaitu hanya menirukan Munawir Sjadzali –mendiang, menteri agama 1983-1993, yang menuduh Umar bin Khothob ra sebagai orang yang sangat liberal dan menyelisihi nash/teks Al-Qur’an yang sudah jelas maknanya).

Demikianlah bahaya yang sedang dilandakan kepada umat secara sistematis dan dibiayai besar-besaran oleh pihak-pihak kafirin untuk merusak dan menghancurkan Islam dan umatnya. Kaki tangan kaum kuffar itu mengaku sebagai Muslim, bahkan seperti Dr Abu Hafsin dosen di
Semarang berani mengemukakan bahwa Nasr Hamid Abu Zayd pun hatinya ikhlas untuk mengembangkan Islam. Itulah cara berfikir dan berbicara orang liberal di IAIN. Kok tahu-tahunya isi hati orang, hingga orang yang telah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir dan para ulama, masih bisa diklaim keikhlasan hatinya untuk Islam. Sedang Ibnu Hajar Wakil Rektor I di IAIN Semarang mengemukakan, hadis sesoheh apapun tetap relatif. Karena Imam Bukhori pun tidak bisa membuktikan bahwa yang diriwayatkan itu benar-benar yang diucapkan Nabi saw.

Anehnya, kata Hartono Ahmad Jaiz, orang model ini, kalau ada kutipan bahwa Socrates bilang begini begitu, Plato bilang begini begitu, malah ucapannya ditelan saja. Padahal, apakah Socrates, Plato itu ada? Padahal kalau kita tidak percaya adanya Socrates dan Plato, apalagi perkataannya, kita tidak dosa. Namun mereka justru langsung percaya. Ini aneh. Socrates dan Plato dipercaya, padahal tidak jelas siapa sanadnya, siapa rowinya? Tidak jelas. Sedangkan hadits, sangat jelas sanad dan rowinya. Kalau memang shohih, itu sanad dan rowinya sangat jelas, bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan. Tetapi dasar cara berfikir di IAIN telah
ngawur, maka dosen-dosennya banyak yang berfikir terbalik. Filsafat yang tidak ada landasannya, tidak ada sanad dan rowinya justru diusung dan dipuja. Sebaliknya, Al-Qur’an diragukan, hadits sesohih apapun direlatifkan. “Inilah sebenar-benarnya pemurtadan!” Tandas Hartono Ahmad Jaiz.

Senin, 16 Agustus 2010

song memories all the time...

 i love u,,u know that i'll do..what can i do,,to find the truth..i love u..forever and ever..will be together,,and i'll doing right just 4 u,,,please be with me,,my life so deep,what can i do,,to be with u...

Sabtu, 14 Agustus 2010

Self Controll

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu, untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah …
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar tersebut.
Akhirnya, tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya, dan tidak cepat kehilangan kesabarannya…. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah….
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu pun, akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Kemudian, sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi… lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya… “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan… Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … dihati orang lain”….
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu kembali… Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik
============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal. 120 - 121. ISBN 978-6028-686-402.

Jumat, 13 Agustus 2010

good attittude...4 life excelleentt...

ada 3 ahlak yang harus kita tumbuhkembangkan dalam kehidupan keseharian kita demi pencapaian hidup yang maksimal dan penuh dengan keridloan dari yang diatas..1..ahlak terhadap diri sendiri,harus kita sadari betul bagaiman kita harus memposisikan diri kita agar memiliki ahlak yang baik yang sejalan dengan tujuan hidup yang positif,,ahlak adalah perilaku seseorang dalam berinteraksi dengan sesama mahluk Tuhan lainnya,tentunya yang dijunjung tinggi adalah sikap,perilaku yang baik yang sejalan dengan keinginan Tuhan,,,,2.ahlak tehadap ke2 orangtua..kita tidak akan pernah ada tanpa kehadiran mereka,,kita harus bprilaku baik terhadap mereka,,ibu kita mengandung selama 9bulan,dia tdk pernah mengeluh sedikitpun,bagaimanapun kita harus memposisikan seorang ibu diatas segala-galanya dalam kehidupan kita,dengan tanpa merendahkan keberadaan seorang ayah,,3..ahlak tehadap lingkungan,,karena kita hidup ditengah lingkungan yang harus kita jaga,kita bina bersama,kebersihan haus kita jaga,simpel memang tapi keberadaannya sangat penting dalam hidup,,dengan tetangga kita hidup rukun,saling menghormati,saling menghargai diantara sesama,lingkungan,masyarakat,,ahlak terhadap pasangan hidup kita,,tujuannya adalah ketenangan dalam berumahtangga,suami tahu hak dan kewajiban sebagaimana halnya istri terhadap suami,jagalah keutuhan rumahtangga dengan menanamkan ketenangan,sehingga lahir dan tumbuh mawadah(rasa cinta) yang kemudian tumbuh arrohma(kasih sayang)...figur yang harus kita teladani adalah ahlak nabi kita,rosullulloh saw yang memiliki ahlak yang kumplit dan cukup bagi kita dijadikan panutan dalam keseharian kita..tujuan dari semua ini cuma satu adalah pencapaian surga..

4 the BeSt.....

Ada empat hal yang harus kita yakini dan tumbuh kembangkan dalam real life..untuk memudahkan supaya kita tetap fokus pada tujuan dan cita-cita dalam mengarungi kehidupan ini..diantaranya:  1..BRAIN (OTAK MANUSIA),,kita selaku manusia sudah sepantasnya bersyukur,bagaimana tidak,,manusia diberikan akal,kemampuan berfikir yang sangat komplit..manusia diberi kemampuan berfikir lebih komplit dibanding dengan mahluk ciptaan Tuhan lainnya,,kita tinggal mengembangkan wawasan pemikiran,mengarahkan fikiran-fikiran kita ke arah yang positif yang bisa membawa kita pada kehidupan yang lebihbaik,sehingga kita memiliki akal sehat,,yang cerdas dan bermartabat,demi pencapaian hidup yang maksimal dikemudian hari,,salah satu upaya untuk menambah wawasan berfikir kita adalah dengan membaca,karena bagaimanapun membaca adalah kunci untuk menambah wawasan pemikiran umat manusia..use your mind 4 betterlife future.. 2...BEHAVIOUR (Perilaku,etika),,etika adalah hal penting yang harus ditumbuhkembangkan dalam setiap pribadi manusia,,karena bagaimanapun,kita adalah mahluk sosial,yang nyata memerlukan interaksi dengan sesamanya,,untuk itu harus kita pelajari prilaku seperti apa jika kita harus berhadapan dengan oranglain,,apakah etika yang seharusnya kita kedepankan dalam berinteraksi dengan sesama manusia,,etika biasa kita kenal dengan adat,kesopanan,tingkah laku yang harus kita pelajari dan pahami betul bagaimana harus bersikap,,karena kita dituntut untuk selaras dengan sesama manusia,,dalam arti kata,,tingkahlaku,sopan santun harus kita junjung tinggi,,demi terciptanya hidup yang selaras,serasi dan seimbang diantara sesama manusia di muka bumi ini...good behaviour is the key 4 btter life future..3..Beauty..(inner beauty),,penampilan memang menjadi hal utama dalam hidup di jaman metropolitan seperti sekarang ini,,tapi janganlah kita terlena dengan ketampanan,kecantikan dan kemewahan hidup,,ada hal yang lebih penting diatas semua itu,yakni innerbeauty,,knapa ini menjadi penting,,kejujuran,keikhlasan,kebahagiaan,keceriaan,sifat bijaksana,sifat mengasihi,menyantuni,itu semuanya timbul dari dalam hati,dari lubuk hati yang terdalam,,bukan dari penampilan luar dari omongan,tapi dari dalam,dari hati nurani kita yang terdalam,,it's comes from the inside,,karena setiap yang datangnya dari dalam hati,dari dalam jiwa,dari sanubari,dari hati nurani,,tingkat kebenarannya 99persen berasal dari kebenaran yang hakiki,,inner beauty adalah modal untuk kita untuk menuju hidup better and much betterlife future..4..Brave (keberanian)..keberanian menjadi salah satu kunci untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik,,karena dalam menghadapi kehidupan jaman sekarang,kita dituntut agar berani menghadapi tantangan hidup,kita dituntut berani dalam berbagai aspek aspek kehidupan..klo kita belajar untuk menumbuhkan keberanian,,insyaalloh kita tidak akan menjadi loosseer,,tapi kita akan menjadi motivator,,leader,,innovator,,jadi tumbuhkanlah keberanian dalam hidup,,agar kita tidak terlambat menghadapi kemajuan jaman,,,be brave 4 success life future...

Kamis, 12 Agustus 2010

cerita hidup memang tiada akhir..kesulitan hidup,kebahagiaan,kesenangan,kesedihan,dan kenyataan selalu berkata lain,,cerita cintapun begitu adanya,,kebencian,kasih sayang,berbeda paham,beda keinginan,ketulusan,kehangatan,egois,ketidakpercayaan,memang selalu menjadi pelengkap warna warni cinta yang menyelimuti kisah hidup manusia..seiring perkembangan jaman.manusia dituntut untuk berfikir,untuk lebih berupaya dan berjuang keras melewati tahapan kehidupan yang memang sudah sangat begitu kompleks,begitu rumit dengan keadaan seperti sekarang ini..jaman telah berubah,,kisah hidup begitu sangat berubah drastis,,sementara waktu terus berjalan,semakin cepat,,adakalanya kita terlambat menghadapi semua ini..tapi jangan khawatir,,there always a hope,,ada 4 langkah yang menjadi sandaran kita untuk terus bisa menghadapi tantangan kehidupan yang sudah sangat begitu kompleks..
1.keyakinan pada yang maha pencipta,,klo kita yakin,,klo kita percaya sama yang diatas,,insya alloh sesulit apapun kenyataan hidup yang kita alami,,akan terasa ringan dan tidak merasa terbebani,,krna kita yakin smua ini adalah ujian yang harus dihadapi kita agar kita semakin kuat,semakin semangat dalam menghadapi berbagai tantangan hidup kedepan.. 2.belajar menghargai orang..dengan perubahan jaman seperti sekarang,dimana orang sudah memiliki sifat individualistis,,sangat jarang kita melihat orang-orang mengedepankan kepentingan umum,,inilah hal kecil yang begitu sangat penting,,krena klo kita bisa menghargai orang,,artinya kita tidak akan merasa malu,takut,untuk bersikap,berinteraksi dengan sesama,dengan kita tidak menganggap remeh orang,,berarti kita adalah orang-orang yang memiliki semangat untuk terus maju,untuk terus berupaya mengembangkan kepribadian kita agar lebih baik dan berguna bagi oranglain..3. be a leader not a follower,,tantangan hidup yang sudah sangat kompleks ini,,sudah selayaknya kita berfikir keras,,menemukan sesuatu hal yang baru,,yang jarang orang lain lakukan pada umumnya,,inilah yang akan menjadikan kita ordinary people yang kelak akan bisa merubah tatanan kehidupan ini ke arah yang lebihbaik lagi..4.simple life 4 better future..kesederhanaan hidup,,kesederhanaan sikap dan tingkahlaku,,kesederhanaan dalam segala hal,,apabila kita menerapkan pola hidup seperti ini,,kita tidak akan mudah tergerus jaman,kita tidak akan goyah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,,dan yakinlah jika kita mampu melakukan,menerapkan poin-poin di atas,,kita termasuk orang yang beruntung,,kita akan menjadi ordinary people yang mampu merubah tatanan kehidupan ke arah yang lebih baik,,krena kita hidup tiada lain tiada bukan,selain tugas kita untuk beribadah kepada yang maha pencipta,,kita juga dituntut untuk menjadi orang-orang yang berguna,bermanfaat buat orang-orang disekitar kita,di keluarga,lingkungan,masyarakat,nusa dan bangsa indonesia jaya..MERDEKA...be the best 4 your better life future...

Rabu, 11 Agustus 2010

spirit a lifetime's

klo seseorang ditanya mengenai tujuan,cita-cita,dan harapan-harapan kedepan,,mungkin sejenak kita bingung untuk menjawabnya,,kecuali ketika kita masih kecil,ketika ditanya hal semacam itu,,kita pasti langsung menjawab,aku ingin jadi polisi,aku ingin jadi guru,aku ingin jadi presiden dan lain-lain. klo kita beranjak dewasa,,jawaban-jawaban itu seakan-akan hilang sejenak,seperti orang kebingungan,,hal ini umum terjadi pada semua orang,termasuk aku sendiri.hal ini menurut pendapat saya,mungkin saja terjadi karena ketidakyakinan kita,ketidak percayaan diri kita untuk menatap kehidupan ini,salah satunya menurut saya seperti itu. coba klo kita sedari kecil,,niat,tujuan kita,kita tanamkan betul-betul,dan kita arahkan tujuan hidup kita,,pastinya akan terwujud..
banyak faktor yang bisa menjadi terputusnya link antara tujuan hidup waktu kecil dengan keadaan yang sekarang mungkin kita alami,,bagus saja klo tujuan hidup kita yang sekarang dialami ternyata lebih layak tingkat kehidupannya dibanding dengan tujuan waktu kecil.faktor pertama dan yang paling penting adalah karena kurang perhatiannya orangtua terhadap kita sehingga kita tidak dibimbing dengan baik,tidak diarahkan dengan baik dan inilah pelajaran bagi kita suatu saat nanti jika kita menjadi orangtua.kedua adalah keyakinan dalam beragama,,hal ini menjadi penting,oleh karena agama mengajarkan keteguhan tekad,keimana yang kuat jika kita berjalan seiring dengan keagamaan,,insyaalloh semua tujuan hidup akan mudah terlaksana.ketiga adalah pola hidup kita, mengapa hal ini menjadi faktor penting juga,karena klo kebiasaan hidup kita sederhana,tidak boros penuh dengan keprihatinan,penuh dengan perhitungan,dalam arti bukan mengajarkan sifat tidak suka berbagi dengan oranglain,sederhana tapi bisa berbagi kebahagiaan dengan oranglain,ini menjadi salahsatu faktor yang akan membawa kita kepada tujuan hidup kita.keempat adalah pertemanan,ini juga salah satu faktor penting dalam hidup,karena kita hidup,kita memiliki tujuan hidup,kita tidak bisa berjalan sendiri,kita butuh oranglain untuk memuluskan jalan kita,teman adalah salah satu kunci sukses hidup kita,semakin banyak pertemanan,insyaalloh tujuan hidup kita akan lebih cepat dari yang kita harapkan.kelima adalah diri kita sendiri,karena yang menentukan hidup,yang menentukan mau dibawa kemana tujuan hidup ini adalah diri kita sendiri,oranglain hanya bisa sekedar memberi pendapat,memberi saran,memberi pencerahan,tapi yang menentukan adalah diri kita sendiri..dream it's only just a dream if you are not do somebetter movement 4 your own good,timeis running out,,do something 4 your better life future,,and keep dreaming...

Minggu, 08 Agustus 2010

sebuah keyakinan

hidup diddunia ini cuma sekali,matipun cuma skali,,tanpa terasa waktu perlahan lahan semakin berlalu,aaku sungguh kecewa,,aku sungguh kesal,dan aku sangat menyesali smua hal negatif yg telah aku lakukan selama hidup ini,,ntah seribu,sepuluh ribu,seratus,,bahkan pasti berjuta-juta dosa dan kesalahan telah aku perbuat di masa hidupku,,aku telah lalai,aku telah khianati diriku dengan semua kelakuanku ini,menyesal memang tiada guna,,menyesali diri memang tiada akhir,menghakimi orglain,mengkritik org,menghujat org,menyakiti orglain,mendustai orglain,menghardik org,meremehkan org sudah menjadi kebiasaan hidup aku selama ini,,sungguh begitu banyak dosa yg telah aku perbuat,,,astagfirullahhal'adziim,,,sungguh hina diriku ini dimata engkau ya ALLOH ya TUHANku,tak pantas diriku menyebut namamu,,jika selama ini smua kelakuanku pada mahluk ciptaanMU sungguh biadab bagiku,,tak pantas rasanya aku disebut hambaMU yg soleh,,,tiada satupun kebaikan yg telah aku perbuat untuk mencapai keridhoanmu,,aku sunnguh menyesali sgalanya,,aku tidak patut berada di dunia ini,menikmati sgala kemewahan,sgala kenikmatan,sgala kesenangan hidup yg telah ENGKAU berikan cuma cuma untukku,,Astagfirrullohal'adziim..maafkanlah Hambamu ini ya ALLOH ya TUHANku,,,maffkanlah semua dosa dan kesalahan2ku selama ini,,aku hanyalah mahluk ciptaanMU yg tidak berguna,,,Tapi aku tau meskipun dosaku ini sungguh sangat besar bagiMU,,aku tau ENGKAU MAHA PEMURAH,ENGKAU MAHA PEMAAF pada smua mahluk ciptaanMU,,berikanlah kesempatan untuku memperbaiki ini smua,,meskipun waktu munbgkin tidak akan cukup bagiku untuk memperbaiki ini smua,,,sebuah keyakinan telah kutanamkan di dalam hati,jiwa dan raga,,dan sebuah pengharapan untuk kehidupan yg lebihbaik,,dan sebuah keimanan yg terus dan akan selamanya kuperjuangkan,,dan sebuah kehausan akan keinginan keingina untuk lebih mendekatkan diri kepadaMU,,ya TUHANku berilah aku kekuatan,kesabaran,keteguhan dan keyakinan untuk berjuang melawan smua kegelapan yg selama ini menyelimuti diriku,,berikanlah kesempatan untukku bisa menikmati jamuanMU selama satu bulan kedepan.jamuanMU yg telah lama kunantikan,,ramadhan ini akan sangat berarti bagiku,,mdh2an ENGKAU ya Tuhanku masih memberikan begitu banyak kesempatan untuk bisa mendekatkan diri kepadaMu.MARHABAN YAA RAMADHAN....Thank's to GOD 4 all kindness...amiiin ya ALLOH ya Robbal'alamiin....

oh sayba....

tumbin jiajae keshi..keshi jiajae tumbin..satyo silambi herati..satyo silambi huebin..adjao ladkartum...ye dilke rahahe....kyakyana sodjae meree..kyakyana djatumsamjae..adjao ladkartum...yee dilke rahaheee...meredil tumse..thubathaonggii..ikkeethinneepyyaarreehomee....