Rosul bersabda "Tafakkaru fi khalqillah wa la tafakkaru fi dzatihi" Berfikirlah akan ciptaan Allah dan jangan berfikir tentang Dzat-Nya Allah.
Motif yang melatar belakangi sabda Nabi tersebut terkait dengan sikap sebagian sahabat yang sibuk berfikir dan berfikir, sehingga diantara mereka sampai tidak saling bertegur sapa. Ketka ditanya oleh Rasulullah tentang penyebabnya, mereka mejawab bahwa mereka sedang sibuk Memikirkan Allah. Mendengar jawaban tersebut , Nabi kemudian bersabda: Tafakkaru.....
Sebagaimana latar belakang hadits di atas, larangan berfikir tentang Dzat Allah diberlakukan terhadap siapapun yang tidak mempunyai kemampuan yang memadai, baik intelektual maupun emosional, sehingga hasilnya bukan pencerahan, namun justru pertengkaran.
Keterlibatan para akhli ilmu kalam, seperti imam al-As'ari dan imam al-Ghazali serta para teolog besar lainnya, menunjukkan bahwa larangan dalam hadits tersebut bersifat temporer dan kondisional. Yakni hanya bagi kalangan awam yang tidak mempunyai kemampuan memadai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar